Tingkat Literasi Politik Pemilih, Berdampak Pada Pemilu Yang Berkualitas

Avatar

- Redaksi

Kamis, 17 November 2022 - 22:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Literasi Politik

Ilustrasi Literasi Politik

Oleh : M. Gilang Pratama/ MahasiswaIlmu Politik Universitas Jambi

Indonesia adalah negara yang demokrasi. Demokrasi menjadi sistem pemerintahan yang di sepakati oleh bangsa Indonesia. Demokrasi menuntut masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengelola pemerintahan, baik secara langsung maupun perwakilan serta ikut mengontrol kebijakan yang di keluarkan pemerintah. Agar msyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mengelola pemerintah baik secara langsung maupun perwakilan, serta dapat mengontrol kebijakan pemerintah maka masyarakat harus memiliki tingkat kemampuan literasi politik.

Literasi politik merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami pengetahuan politik. Dalam memberikan perhatian aktif terkait proses politik dan isu-isu politik yang sedang berjalan tidak hanya terfokus pada saat gelaran pemilu maupun pilkada saja, tetapi juga berkaitan erat dengan kontrol warga negara terhadap kebijakan yang di keluarkan pemerintah.

Literasi politik sangat penting untuk membangun kesadaran politik secara rasional, apalagi saat ini karena kita berada pada generasi z atau sering dikenal gen z dan sering di sebut-sebut generasi emas pada 2024 mendatang. Dilihat dari data sensus generasi z akan menempati posisi yang cukup besar dan memberikan pengaruh kuat dalam berbagai aspek kehidupan politik dan di prediksi akan terlibat aktif dalam penentuan arah politik Indonesia kedepannya.

BACA JUGA  Peran Media Sosial Dalam Komunikasi Politik

Tingkat literasi politik yang rendah pada pemilu akan menyebabkan pemilu itu tidak lancar. Mengapa demikian? Literasi yang rendah akan menyebabkan masyarakat bersikap apatis terhadap berbagai proses demokrasi dan dinamika politik yang terjadi. Literasi politik yang rendah akan menimbulkan banyak permasalahan, salah satunya dalah buzzer politik. kemunculan buzzer politik sangat menarik perhatian masyarakat karena lumpuh sebagai aktor politik dalam penyebaran kampanye hitam calom pemimpin daerah sehingga memunculkan konten hoax, ujaran kebencian, kampanye negatif, bahkan fitnah terjadi akibat keterlibatan informasi yang dilakukan oleh para buzzer politik. Para buzzer politik yang gencar menyampaikan konten negatif ini secara tidak langsung mempengaruhi masyarakat dalam menentukan kepusuan politiknya, bahkan konflik sosial pun dapat terjadi. Masyarakat Indonesia dinilai masih kurang dalam literasi politik sehingga hal tersebut menjadin ancaman yang serius.

BACA JUGA  Sekjen DKN Garda Bangsa Bro Odi Sebut, Garda Bangsa Merupakan Tulang Punggung dan Penerus Cita-cita PKB

Pentingnya literasi politik bagi masyarakat terutama pada gen z sebagai generasi yang akan menempati posisi yang kuat pada kehidupan politik yaitu untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kehidupan politik. Literasi politik yang baik sangat dibutuhkan, karena jika literasi politiknya sudah baik maka demokrasi akan terbangun dengan nilai-nilai yang positif, semua yang bersifat hoax dan propaganda negatif akan terhindarkan. Maka tidak heran jika literasi politik menjadi bahan pembelajaran di lingkup pendidikan yang mampu memberikan peluang maupun kesempatan dalam mengajarkan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif, mampu menghindari perselisihan serta menghormati keputusan orang lain.

BACA JUGA  ADVOKAT TUNGKAL ULU SOROT REALISASI TJSLP/CSR PERUSAHAAN DI TANJUNG JABUNG BARAT BELUM SEPENUHNYA TERWUJUD

Literasi politik dapat di tanamkan kepada masyarakat melalui pendidikan politik dan juga sosialisasi politik. Jika literasi politik pada masyarakat dapat terpenuhi maka menciptakan warga negara yang baik, cerdas, literat, dan terdidik serta berkarakter. Buzzer politik juga tidak akan kita temukan lagi pada kehidupan politik, karena masyarakat telah memiliki pemahaman yang baik dan dapat mencerna segala informasi politik yang beredar lewat dunia massa. Masyarakat juga akan akan bertindak lebih bijak dalam menghadapi permasalahan politik yang ada pada saat pemilu berlangsung. Dengan terpenuhinya literasi politik di kehidupan masyarakat maka pemilu yang berkualitas pun akan tercipta. Untuk itu penulis mengajak seluruh pembaca agar selalu meningkatkan literasi politik agar dalam pemilu yang akan datang akan menghasilkan pemilu yang baik dan melahirkan pemimpin yang berkualitas.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

ADVOKAT TUNGKAL ULU SOROT REALISASI TJSLP/CSR PERUSAHAAN DI TANJUNG JABUNG BARAT BELUM SEPENUHNYA TERWUJUD
SALAH KAPRAH DALAM PENANGANAN HUKUM TERHADAP PENYALAHGUNA NARKOTIKA
Analisis Kekuatan Politik Bakal Calon Gubernur Jambi pada Kontestasi PILKADA 2024 Mendatang.
Peran Media Sosial Dalam Komunikasi Politik
PPP Berpotensi Kembali Terbelah di Pilpres 2024
“Korupsi dan Institusionalisasi Partai Politik”
SBY-Mega Terlihat Akrab di Bali
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Mei 2024 - 16:19

Oknum Panwaslu di Batanghari Tepis Isu Terima Uang Ratusan Juta dari Caleg DPR RI

Rabu, 8 Mei 2024 - 23:29

Bupati Fadhil Arief Ajak Masyarakat Awasi Kinerja dan Pelayanan Pemdes Hingga Pemkab

Rabu, 8 Mei 2024 - 23:04

Ketua DPRD Bersama Bupati Terima Opini WTP Dari BPK RI Provinsi Jambi

Rabu, 8 Mei 2024 - 20:28

Pemkab dan Polres Batanghari Gelar Penandatanganan Naskah Hibah Daerah

Rabu, 8 Mei 2024 - 20:01

Sosialisasi Makanan Sehat dan Bergizi di Peninjauan, Sebagai Upaya Menangani Stunting

Rabu, 8 Mei 2024 - 18:23

Bupati Fadhil Arief Tegaskan Soal Pendidikan dan Kesehatan

Rabu, 8 Mei 2024 - 13:47

Di Acara Halal Bihalal Kecamatan Bram Itam Bupati Sebut Akan Naikan Gaji Aparat Desa

Rabu, 8 Mei 2024 - 13:33

Pemkab Batang Hari Kembali Raih Predikat WTP Ke-9 Kali Dari BPK RI Provinsi Jambi

Berita Terbaru