Kades Dasal: Jalan Hancur Juga Akibat Truk Tronton Galak, Beban Berlebih Lewat Sembarangan!
TANJAB BARAT – Keluhan masyarakat Kecamatan Tungkal Ulu terkait kondisi rusak parah dan berbahayanya jalan lintas Dasal – Pematang Pauh akhirnya mendapat tanggapan serius dari pimpinan DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Menanggapi laporan mengenai kondisi jalan yang selalu tergenang air saat hujan, banyak memakan korban kecelakaan, sistem drainase yang rusak total, serta maraknya kendaraan berat yang melintas sembarangan, Ketua DPRD Tanjab Barat, Hamdani, SE memberikan kepastian langkah tindak lanjut.
Dengan merespons langsung aspirasi tersebut, ketua DPRD Hamdani menyatakan akan segera membawa persoalan vital ini ke forum pembahasan resmi. Ia juga memberi sinyal kuat akan memperjuangkan alokasi dana perbaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2026.
“Baik dan terima kasih atas informasinya, nanti dalam rapat-rapat dengan dinas PU akan saya sampaikan. Kalau pun ada anggaran, akan kita usulkan masuk di APBD-P 2026.” Ujarnya merespon. Pada Kamis malam (14/5/2026)
Sementara itu, Kepala Desa Dasal, Tarmizi, turut angkat bicara dan menyoroti penyebab tambahan yang makin memperparah kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, selain drainase yang mati dan tidak terawat, jalan ini dihancurkan perlahan oleh ulah kendaraan besar yang lewat seenaknya.
“Jalan ini hancur bukan cuma karena tua atau banjir. Ada hal lain yang bikin rusak makin cepat, Mobil truk tronton galak mencuri-curi waktu melintas lewat jalan Dasal ini. Beban muatannya berlebihan, berat sekali, lewat sembarangan tanpa peduli kondisi jalan desa yang sempit dan tidak kuat menahan beban seberat itu. Mereka meninggalkan kerusakan parah di sini,” tegas Tarmizi.
Ia menambahkan, aktivitas kendaraan besar yang beroperasi diam-diam itu makin memperburuk keadaan. Lubang-lubang besar muncul akibat tekanan roda kendaraan berat tersebut, dan saat hujan turun, lubang itu tertutup air sehingga menjadi jebakan maut bagi warga.
Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi jalan Dasal – Pematang Pauh kini sudah masuk kategori darurat. Jalan berlubang, parit menyempit, dan gorong-gorong buntu membuat akses ini sangat berbahaya. Banyak pengendara jatuh dan celaka, sementara upaya swadaya warga menimbun jalan dinilai sia-sia tanpa perbaikan drainase menyeluruh dan pengawasan ketat terhadap kendaraan besar.
Kini, masyarakat berhap pembahasan anggaran nanti, agar jalan urat nadi ekonomi warga ini segera diperbaiki total, sekaligus diatur ketat agar truk-tronton nakal tidak lagi boleh merusak fasilitas umum milik warga.







