Dinkes Kerinci Buka Pertemuan Publikasi Data Stunting Tahun 2022

Avatar

- Redaksi

Rabu, 23 November 2022 - 10:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inspirasi Jambi. Jpg

Inspirasi Jambi. Jpg

Insprasijambi-kerinci. Pertemuan Publikasi Data Stunting Kabupaten Kerinci Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci dibuka oleh H. Ami Taher di Aula Baitul Husna Desa Baru Sungai Pengeh, Kecamatan Siulak, Selasa (22/11/2022).

Kegiatan dihadiri, Ketua TP. PKK Kab. Kerinci Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kerinci, Asisten Bidang Administrasi Umum, Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Kerinci, Kepala Dinas Kesehatan, beserta Kadis-kadis, Kasi dan undangan lainnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci Badri Ahmad saat memberikan laporan pembukaan mengatakan tujuan dilaksanakan pertemuan ini untuk menginformasikan pengukuran data stunting hasil bulan penimbangan bulan Agustus sebagai dasar dalam penyusunan pendataan dan kebijakan oleh pengambilan keputusan, untuk intervensi stunting di Kabupaten Kerinci tahun 2022.

“Peserta yang mengikuti pertemuan ini berjumlah kurang lebih 100 orang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkungan Pemkab Kerinci, Lintas Program di Dinas Kesehatan, Lintas Sektor, Camat, Kepala Desa Lokus Stunting dan Kepala Pukesmas dan petugas Gizi serta Kader Pembangunan manusia di Desa Lokus Stunting,” tutup Sekdis.

BACA JUGA :  Pelaksanaan Operasi Keselamatan Siginjai 2024, Ditlantas Polda Jambi Catat Angka Kecelakaan Menurun 50 Persen

Dalam Sambutannya, Wakil Bupati Kerinci H. Ami Taher mengatakan dalam beberapa tahun belakangan, Stunting menjadi perhatian besar pemerintah terutama karena hasil Riset Kesehatan dasar yang menunjukkan peningkatan prevalensi Stunting Nasional di Tahun 2020 tercepat sebesar 26.7%. Angka tersebut tetap masih tinggi jika mengacu pada standar yang ditetapkan oleh WHO,” ungkap Wabup Ami.

Lebuh lanjut, Wabup Ami juga menerangkan tingginya pemerintah, angka untuk Stunting Gencar Mendorong menangani Permasalahan ini, namun Pemerintah masih memiliki keterbatasan informasi sehingga perumusan kebijakan seringkali terkendala oleh keterbatasan informasi penetapan sasaran Program.

Perencanaan Pembangunan Nasional.
Adapun 8 Aksi tersebut terdiri dari :

  1. Analisis situasi.
  2. Rencana Kegiatan.
  3. Rembuk Stunting.
  4. Penerbitan Perbup tentang peran desa.
  5. Pembinaan kader pembangunan masyarakat.
  6. Manajemen data Stunting.
  7. Pengukuran dan Publikasi data Stunting.
  8. Review kinerja.

Publikasi data Stunting ini diperoleh dari hasil pengukuran yang telah dilakukan petugas kesehatan bersama-sama dengan kader Posyandu dan kader pembangunan Manusia (KPM) serta Kader TPK (Tim Pendamping Keluarga) di seluruh Desa di Kabupaten Kerinci dan diinput melalui Aplikasi e-PPGBM (Elektronik pencatatan dan Pelaporan gizi berbasis Masyarakat). Kabupaten Kerinci dari tahun 2020 sampai dengan 2022 mendapat Apresiasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi yang telah melaksanakan Pengukuran pertumbuhan balita dan Menginput data EPPGBM.

BACA JUGA :  Pemudik Terjebak Macet di Pasar Sungai Rengas, Petugas Berjuang Buka Titik Kunci

Terkait seperti sama-sama diketahui bahwa pada sejak tahun 2019-2022 Kabupaten Kerinci telah menetapkan dari 287 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kerinci 49 Desa Lokus pencegahan dan delapan aksi penurunan sebagai komitmen bersama dalam melakukan percepatan penurunan Stunting, maka Pemerintah Kabupaten Kerinci melaksanakan pencegahan percepatan Stunting dan terintegrasi sesuai dengan petunjuk teknis pedoman pelaksanaan Intervensi penurunan Stunting terintegrasi kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh kementerian perencanaan dan pembangunan nasional.

Wakil Bupati Kerinci H. Ami Taher mengatakan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2019-2024 menerangkan, pemerintah berupaya menurunkan prevalensi Stunting pada balita setinggi-tingginya 14 persen pada tahun 2024, hal ini berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SGI) tahun 2021 prevalensi Stunting balita nasional saat ini masih tinggi, yaitu 24,24 persen atau kronis (batas kronis 20 persen).

“Kabupaten Kerinci menetapkan 1 desa lokus (lokasi fokus) stunting tahun 2022 ini, dan dari 10 desa lokus stunting ini di mana ada 3 desa sudah zero stunting pada tahun 2022,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pelantikan Fauzi Bin Zainal Jadi Kepala Desa Antara Waktu Lubuk Bernai, Camat Junaidi Pimpin Langsung Acara

Diakhir sambutan, Wakil Bupati H. Ami Taher berharap kepada Dinas-Dinas terkait sebagai penanggung jawab layanan agar melakukan integrasi program Stunting di tahun 2022 sesuai dengan hasil Publikasi data Stunting sehingga diperolehnya peningkatan efektivitas penentuan target layanan dan pengalokasian sumber daya serta mengajak komponen masyarakat untuk berpartisipasi dan penurunan Stunting di Kabupaten Kerinci.

Ditambahkannya, salah satu dari delapan aksi penurunan stunting terintegrasi yang dilaksanakan Kabupaten Kerinci adalah aksi ke tujuh, yaitu pengukuran dan publikasi data stunting.

Publikasi data stunting adalah upaya Kabupaten Kerinci untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan dan desa.

“Hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama penurunan stunting,” tutup Wabup.

Acara dilanjutkan persentase kasus stunted per kecamatan tahun 2022 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci. (NAZARDIN)

Berita Terkait

PTPN VI Bukit Kausar Berdiri Sebagian di Tanah Lubuk Bernai, Hasil Tes Dua Pemuda Bungkam
Diduga Kades Rantau Benar Mar Up Anggaran Semakin Tersorot
Wilayah Kerja Masuk Desa Lubuk Bernai, Ciptra Soroti Tak Ada Warga yang Bekerja di PTPN VI Bukit Kausar
Perkuat Industri Hulu Migas: Dari Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Hingga Budidaya Ikan
Eksplorasi Migas Semakin Agresif, SKK Migas: Media Mitra Edukasi Penting Bagi Masyarakat
Media Field Trip FJM 2026: SKK Migas dan KKKS Jambi Perkuat Sinergi Bersama Awak Media
Rombongan FJM Jambi Tinjau Budidaya Ikan Lele Bioflok Binaan Pertamina EP Jambi di Desa Kasang Lopak Alai
Tinjau Lahan Sengketa! Ketua kelompok Tani : Dalih PT Agrowiyana Dipatahkan Fakta Sejarah & Koordinat
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:20

PTPN VI Bukit Kausar Berdiri Sebagian di Tanah Lubuk Bernai, Hasil Tes Dua Pemuda Bungkam

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:38

Diduga Kades Rantau Benar Mar Up Anggaran Semakin Tersorot

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:18

Wilayah Kerja Masuk Desa Lubuk Bernai, Ciptra Soroti Tak Ada Warga yang Bekerja di PTPN VI Bukit Kausar

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:36

Perkuat Industri Hulu Migas: Dari Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Hingga Budidaya Ikan

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:24

Eksplorasi Migas Semakin Agresif, SKK Migas: Media Mitra Edukasi Penting Bagi Masyarakat

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:14

Media Field Trip FJM 2026: SKK Migas dan KKKS Jambi Perkuat Sinergi Bersama Awak Media

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:00

Rombongan FJM Jambi Tinjau Budidaya Ikan Lele Bioflok Binaan Pertamina EP Jambi di Desa Kasang Lopak Alai

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:23

Pertamina EP Jambi Tunjukkan Komitmen: Operasi Aman dan Manfaat Langsung untuk Warga

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Fadhil Buka Acara Kemping Bareng Sumatera #5

Sabtu, 27 Jun 2026 - 23:31