Pengaruh Konkrit Konflik Antara Rusia Dan Ukraina Terhadap Harga Minyak Di Indonesia

Avatar

- Redaksi

Rabu, 5 Oktober 2022 - 06:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: M Adrun Nafiz, Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Jambi

OPINI, INSPIRASIJAMBI.COM — Konflik adalah warisan kehidupan sosial yang terjadi dalam berbagai keadaan sebagai akibat dari bangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi, dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih secara terus-menerus. Sebagaimana yang menggemparkan dunia konflik yang terjadi antara rusia dan ukraina terjadi akibat pemimpin Ukraina saat ini lebih rapat ke Barat dan ingin menjadi bagian dari NATO. Sehingga hal ini yang menginkan Rusia agar pemimpin Ukraina Pro Moskow. Konflik Rusia dan Ukraina hingga sampai saat ini terus berlanjut, dampak tersebut tidak hanya didapatkan oleh Rusia dan Ukraina tetapi juga dirasakan oleh seluruh Negara di dunia yang mempunyai hubungan kerjasama dengan kedua Negara tersebut. Sebab, Rusia dan Ukraina terkenal dengan Negara yang memiliki komoditas sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh pasar dunia, antara lain : minyak bumi, gas, batu bara, aluminium, kobalt, tembaga, nikel, palladium dan platinum, emas, titanium, baja, berlian, pupuk, biji-bijian/biji minyak.

BACA JUGA :  Jalan Rusak! Kemacetan Terjadi Dijembatan Sungai Rengas, Belum Ada Perhatian

Salah satu hal yang menjadi perhatian terkait konflik tersebut adalah krisis minyak dunia, hal tersebut tidak terlepas dari sanksi dan embargo terhadap Rusia. Sehingga dengan jumlah permintaan yang tinggi sementara cadangan yang tersedia terbatas membuat harga melambung tinggi. Pengaruh konflik antar Negara ini mempengaruhi perdagangan internasional, tanpa terkecuali berdampak pada Negara Indonesia. Sebab minyak merupakan suatu hal yang vital bagi kehidupan. Sehingga apabila minyak menjadi menipis dan harga semakin mahal membuat perekonomian menjadi tidak stabil. Dampak konflik kedua negara tersebut juga dirasakan oleh Indonesia. Indonesia yang menjadi Negara Net Importir minyak mentah dirugikan saat minyak naik sebab meningkatkan beban subsidi Pemerintah kenaikan harga minyak juga memengaruhi ke sektor transportasi dan industri yang memakai BBM nonsubsidi. Hal ini mengakibatkan harga perekonomian Indonesia semakin tinggi dan mendorong Pemerintah untuk menaikkan harga BBM non-subsidi.

BACA JUGA :  Belum Ada Titik Terang Kasus Mayat Bocah Ditemukan Dalam Septic Tank

Solusi yang yang pertama yang akan ditawarkan oleh penulis adalah Meningkatkan diplomatik seluruh negara di Dunia kepada Negara Rusia dan Ukraina untuk menyelesaikan konflik sebab konflik yang terjadi antara kedua negara tersebut berdampak pada banyak Negara. sehingga negara yang memiliki hubungan erat dengan kedua negara tersebut dapat menjadi mediator untuk menyelesaikan konflik negara tersebut. Selain itu negara barat harus bersikap fair untuk tidak memihak terhadap salah satu pihak, sehingga Negara Barat dapat menjadi penengah untuk konflik antara negara tersebut dengan mencabut sanksi terhadap Rusia.

Kedua, Harga minyak diatur oleh negara berdaulat sehingga harga minyak nasional tidak tergantung pada harga minyak dunia mengingat Indonesia merupakan negara yang menganut paham dualisme. Sehingga secara sah dapat membuat peraturan untuk mengatur harga minyak secara mandiri. Secara teori kedaulatan Negara, negara mempunyai hak untuk membuat suatu aturan hukum yang berfungsi untuk menjaga keteraturan yang ada di dalam suatu negara sebab negara memiliki kedudukan tertinggi daripada aturan hukum itu sendiri.

BACA JUGA :  Usai Dilantik, Irwanto Suara Tertinggi DPRD Tampak Akrab Bersama Bupati Batanghari

Penulis menyimpulkan bahwa dari konflik yang terjadi antara Rusia Dan Ukraina memiliki dampak bagi seluruh Negara di Dunia, mengingat kedua negara tersebut merupakan produsen dari beberapa komoditas penting yang dibutuhkan dunia. Salah satu dampaknya dirasakan oleh Indonesia, sanksi yang dikenakan terhadap Rusia membuat jumlah Komoditas minyak dunia mengalami penurunan sehingga harga pasaran minyak dunia menjadi mahal.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dramatis! Polsek Tungkal Ulu Tangkap Komplotan Curanmor, Satu Pelaku Diciduk Saat Numpang Makan!
Diduga Pelangsir BBM subsidi SPBU Merlung Kebal Hukum, Petani Meradang
PLN ULP Kuala Tungkal Tingkatkan Keandalan Listrik Melalui Pemeliharaan dan Perluasan Jaringan, Berikut Wilayah Terdampak Padam Sementara Pada Selasa
Tanjakan Maut di Tanjung Jabung Barat, Truk Trailer Melintang Lintas Timur Sempat Lumpuh
Breaking News: Kades Sungai Papauh Diduga Ancam Bunuh Wartawan! Saksi Mata Ungkap Percakapan Mengerikan
PLN UP3 Jambi Gercep, Layani Tambah Daya PT WKS Nursery dalam Sehari
PLN ULP Kuala Tungkal Tawarkan 50% untuk Tambah Daya Listrik dalam Rangka Menyambut Hari Pahlawan
Bupati HM. Syukur Berupaya Pengaspalan dan Pengerasan Jalan dari Desa ke Kota Secara Bertahap
Berita ini 172 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:29

Bupati Fadhil Hadiri Rakor Camat dan Penandatangan MOU Pemprov Jambi dengan Kajati

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:10

HUT Korpri Ke-54 Tahun, Pemkab Batang Hari Gelar Upacara

Senin, 1 Desember 2025 - 14:07

Camat Ismail Resmi Tutup MTQ ke-32 Tingkat Kecamatan Marosebo Ulu

Senin, 1 Desember 2025 - 13:31

MTQ ke-32 Marosebo Ulu Sukses Digelar, Desa Padang Kelapo Raih Juara Umum

Sabtu, 29 November 2025 - 13:33

Didampingi Istri, Bupati MFA Hadiri Pembukaan MTQ Ke-32 Kecamatan Marosebo Ulu

Kamis, 27 November 2025 - 16:06

Pj Sekda Batanghari Resmi Dilantik, Wabup Bakhtiar Tekankan Pencapaian Target RPJMD

Rabu, 26 November 2025 - 15:59

Bupati Batanghari Hadiri Rapat Evaluasi Survei Penilaian Integritas Tahun 2024 di Jambi

Selasa, 25 November 2025 - 15:53

Wabup Bakhtiar Hadiri Pelepasan Ekspor Pinang Jambi Senilai 1,3 Miliar ke Bangladesh

Berita Terbaru

Advertorial

HUT Korpri Ke-54 Tahun, Pemkab Batang Hari Gelar Upacara

Rabu, 3 Des 2025 - 11:10