TANJAB BARAT – Tim Manggala Agni Daops Bukit Tempurung melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kehadiran tim turut didampingi unsur pimpinan setempat, meliputi Kepala Desa, Camat, Kapolsek, serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Dalam keterangannya, Kepala Daops Bukit Tempurung, Sandy, memaparkan sejumlah kendala serius yang dihadapi personil di lapangan.
“Akses menuju lokasi tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Peralatan harus dilangsir sejauh kurang lebih 200 meter dari titik pemberhentian kendaraan,” ungkap Sandy. Pada Kamis (13/8/2026)
Selain keterbatasan akses, pasokan air juga menjadi tantangan tersendiri. Sumber air yang tersedia jumlahnya terbatas, sementara jarak antara sumber air dan titik api mencapai sekitar 400 meter — sehingga tim terpaksa membentang sebanyak 13 rol selang untuk menjangkau titik kebakaran.
Kendala lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah ditemukannya jejak binatang buas di sekitar lokasi kejadian.
“Ditemukan tapak beruang di sekitar TKP, sehingga personil harus ekstra waspada selama melakukan operasi pemadaman,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Tungkal Ilir, IPTU Yokki, memberikan keterangan terkait luas lahan dan status kawasan yang terdampak.
“Jumlah lahan yang terbakar kurang lebih 15 hektar. Lahan tersebut merupakan kawasan hutan lindung gambut,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada berbagai hambatan, seluruh unsur gabungan tetap bekerja maksimal untuk menekan laju kebakaran dan mencegah meluasnya kerusakan di kawasan Bram Itam.







