TANJAB BARAT – Warga Kecamatan Muara Papalik dan sekitarnya diminta untuk sangat berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul penampakan hewan buas jenis harimau yang terlihat melintas dan berkeliaran di jalur utama lintas daerah, tepatnya di kawasan Betedeng, Kilometer 91, Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik, Kabupaten Tanjung Tanjung Barat, Provinsi Jambi.
Informasi penting ini disampaikan langsung oleh Camat Muara Papalik, Fidruzal, SE., ME, berdasarkan pengalaman pribadinya saat melintas di lokasi kejadian pada Minggu, 24 Mei 2026 lalu.
Berdasarkan keterangan Fidruzal, saat itu dirinya sedang melakukan perjalanan dari arah Tungkal menuju Muara Papalik menggunakan kendaraan roda empat. Tepat pukul 19.15 WIB, di kawasan KM 91, ia dan rombongan dikejutkan dengan kemunculan seekor anak harimau yang tiba-tiba muncul dan sempat mengejar kendaraannya.
“Barusan saya dari Tungkal pakai mobil menuju Papalik, kira-kira jam 19.15 WIB tepatnya dekat Betedeng, kami melihat anak harimau. Anak harimaunya sebesar Kambing mengejar mobil, mau kami tumbur langsung lari anak harimaunya,” ungkap Fidruzal dalam pesan peringatannya yang beredar luas di kalangan masyarakat.
Meski anak harimau tersebut akhirnya menjauh dan tidak terjadi hal-hal yang membahayakan nyawa, Fidruzal mengaku masih sangat terguncang dengan peristiwa tersebut. “Alhamdulillah saya tidak apa-apa, tapi lutut gemetar sampai sekarang,” ujarnya menggambarkan betapa mendebarkan situasi yang dialaminya.
Poin paling krusial dan menjadi peringatan keras bagi warga adalah dugaan kuat keberadaan induk harimau di sekitar lokasi penampakan. Sebagai pengamat lapangan, Fidruzal menegaskan logika alam yang tidak bisa diabaikan.
“Intinya kalau ada anaknya, pasti ada induknya di dekat situ. Ini bahaya besar,” tegas Fidruzal.
Menyadari potensi bahaya yang sangat mengancam keselamatan warga, Camat Fidruzal mengeluarkan imbauan keras dan tegas kepada seluruh elemen masyarakat. Ia meminta siapa saja yang hendak bepergian, baik siang maupun malam hari, khususnya yang melintasi jalur KM 91, untuk ekstra waspada. Peringatan ini dipertegas bagi pengguna kendaraan bermotor yang dianggap paling rentan dan berisiko tinggi.
“Info untuk seluruh warga Kecamatan Muara Papalik dan sekitar: Jika mau bepergian, baik siang maupun malam melewati jalan KM 91 agar berhati-hati. Apalagi yang pakai motor, harus lebih waspada. Agar hati-hati ya seluruh wargaku,” seru Fidruzal mengingatkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai penyerangan hewan buas terhadap manusia, namun keberadaan satwa dilindungi tersebut di jalur utama akses masyarakat menjadi kekhawatiran serius. Pihak kecamatan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau pergerakan hewan tersebut demi mencegah terjadinya konflik manusia dan satwa liar.
Warga diimbau untuk tidak beraktivitas sendirian di jalur sepi, menghindari masuk ke kawasan hutan, dan segera melapor ke pihak berwenang jika melihat tanda-tanda keberadaan hewan buas di pemukiman.







