Jalan Simpang Mersam Rusak Dilintasi Alat Berat, Warga Diminta Jaga Aset Daerah

Avatar

- Redaksi

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANGHARI – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batang Hari, Ir. H. Ajrisa Windra, ST, MM, menyampaikan bahwa kerusakan jalan diduga terjadi akibat aktivitas alat berat jenis excavator yang berjalan langsung di atas permukaan aspal tanpa perlindungan yang memadai.

Ruas jalan di kawasan Simpang Mersam, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, mengalami kerusakan setelah dilintasi alat berat yang diduga tidak menggunakan pengamanan yang semestinya saat melintas di atas badan jalan beraspal.

Kerusakan tersebut terjadi pada bagian jalan sepanjang kurang lebih 30 meter. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat serta jalur distribusi hasil perkebunan di wilayah tersebut.

BACA JUGA :  Pj Sekda Batanghari Hadiri Acara Hari Santri di Ponpes Arrahman

Menurutnya, dalam kondisi tertentu alat berat memang diperbolehkan melintas, namun tetap harus memperhatikan prosedur agar tidak merusak infrastruktur jalan yang telah dibangun pemerintah.

“Kerusakan jalan di Simpang Mersam ini diperkirakan sepanjang kurang lebih 30 meter. Diduga disebabkan oleh alat berat excavator yang berjalan langsung di atas aspal,” ujar Windra.

Ia menjelaskan, seharusnya ketika alat berat jenis excavator dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya, pengangkutannya menggunakan kendaraan khusus seperti trado.

Alternatif lain yang dapat dilakukan adalah memberikan pelindung pada tapak track alat berat, seperti menggunakan bantalan ban atau material lain agar tidak bersentuhan langsung dengan permukaan aspal.

“Kalau alat berat seperti excavator itu dipindahkan, seharusnya menggunakan trado. Kalau pun harus rolling, minimal disiapkan pelindung seperti ban pada tapak track-nya agar tidak merusak aspal,” jelasnya.

BACA JUGA :  Dugaan Mafia Tanah di Desa Mersam, Kades dan Sekdes Tidak Kooperatif

Selain itu, Windra juga mengingatkan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut untuk mengangkut hasil perkebunan seperti kelapa sawit maupun komoditas lainnya agar memperhatikan kapasitas muatan kendaraan.

Ia mengimbau agar kendaraan pengangkut tidak membawa muatan dengan tonase yang berlebihan, karena hal tersebut dapat mempercepat kerusakan jalan dan mengurangi daya tahan infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.

“Kami juga mengimbau masyarakat yang membawa hasil kebun seperti sawit dan komoditas lainnya agar tidak melebihi tonase kendaraan. Jika muatan terlalu berat, jalan akan cepat rusak dan ketahanannya akan berkurang,” ungkapnya.

Windra menegaskan bahwa jalan yang dibangun pemerintah merupakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi kepentingan bersama. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga dan merawatnya.

BACA JUGA :  Warga Marosebo Ulu Wajib Tau, Pemilih Wajib Bawa KTP atau Suket Saat di TPS

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Batang Hari juga membutuhkan dukungan serta kesadaran masyarakat dalam menjaga seluruh aset milik pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Pemkab sangat membutuhkan kesadaran dan dukungan masyarakat dalam menjaga seluruh aset pemerintah daerah. Jika aset-aset ini dijaga bersama, tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” tegasnya.

Ia pun kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah agar dapat bertahan lebih lama dan terus memberikan manfaat bagi aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat di Kabupaten Batang Hari.

Berita Terkait

Hadir di Bungo, Wabup Bakhtiar Lihat Potensi Wisata
Kolaborasi Pemkab Batanghari bersama Bank BTN, Dukung Layanan Kesehatan
Pemkab Batanghari Komitmen Perlindungan Hukum Kepada Tenaga Pendidik
Pemkab Batanghari Komitmen Cegah dan Percepatan Penurunan Stunting
Malam Penuh Kekhusyukan: Bupati Fadhil Arief Hadiri Renungan Suci di TMP Sridadi
Khidmat di Bawah Terik Matahari, Pemkab Batanghari Sukses Gelar Upacara Pengibaran Bendera HUT RI ke-81
Sikapi Geng Motor, Pemkab Batanghari Gelar Rakor
Gubernur Al Haris: Museum Sriwijaya Dharmakirti Rekam Jejak Peradaban Masa Lalu Provinsi Jambi Secara Utuh
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:05

Diduga Surat Hibah Palsu, Firmansyah Serahkan Bukti ke Ditreskrimum Polda Jambi

Kamis, 24 September 2026 - 09:05

PLN ULP Kuala Tungkal Tegaskan Bayar Listrik Tepat Waktu! Setiap Tanggal 20

Sabtu, 19 September 2026 - 15:40

Diduga Kayu Ilegal Melintas Bebas di Kenali Asam Bawah, Dikawal Udin

Jumat, 18 September 2026 - 20:49

Asap Pekat Selimuti Lubuk Bernai, Kebakaran Diduga di Kawasan PT RHM Ancam Kesehatan Warga

Jumat, 18 September 2026 - 13:36

Bumdesma Astan Jaya, Mitra BPJS ketenagakerjaan Tanjab Barat, Salurkan Santunan Jaminan Kematian RP42 Juta untuk Mustapa

Selasa, 15 September 2026 - 08:01

Tim Karhutla Polsek Tungkal Ulu Lakukan Groundcheck Hotspot di Desa Suban Batang Asam

Jumat, 11 September 2026 - 18:37

Diduga Tanpa RKAB, Aktivitas Tambang ‘Pengusaha Lokal’ di Batanghari Ditengarai ‘NEMPEL’ AMDAL Perusahan Lain

Jumat, 11 September 2026 - 07:38

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah, DPD Gerak Indonesia Jambi Firmansyah Desak Polda Jambi Usut Tuntas

Berita Terbaru