Kepergok Maling Sawit, Pelaku Bacok Pemilik Kebun di Tanjung Putra Wabup Bakhtiar Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2023 Geger! Warga Batanghari Temukan Mayat Mengapung di Sungai Dunia Bakal Alami Gerhana Matahari Total, Ini Prediksi Jadwalnya di Indonesia Calon Bupati Atau Wakil Bupati Tanjab Barat, Bang Badi Diprediksi Unggul Di Pilkada

Home / Batanghari / Daerah

Kamis, 6 Juli 2023 - 07:11 WIB

Dugaan Mafia Tanah di Desa Mersam, Kades dan Sekdes Tidak Kooperatif

BATANGHARI, INSPIRASIJAMBI.COM – Permasalahan mafia tanah di wilayah kecamatan Mersam, kabupaten Batanghari hingga kini belum menemukan titik terang.

Sempat menjadi buah bibir Perihal Tanah Payo pucat kaki yang berlokasi di desa mersam, yang diduga di perjual belikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hingga kini masalah tersebut masih dalam Penyelidikan oleh Kacabjari Muara Tembesi M. Lukber Liantama, SH., MH bersama tim, Pada Rabu, (05/07/2023).

Kacabjari, M Lukber Liantama, S.H., M.H., mengatakan bahwa dugaan tersebut tetap dalam tahap penyelidikan.

“Sejauh ini dari Pihak kita sudah memanggil 30 orang untuk klarifikasi. Namun, yang datang hanya 8 orang yakni, lima pemilik sporadik, satu mantan kades, dan dua tokoh masyarakat,” Katanya.

BACA JUGA  Wabup Bakhtiar Hadiri Penyerahan Sertifikat Tanah dan PSTE

Kacabjari menjelaskan, Kepala Desa, Sekdes dan Ketua RT 20 yang dekat lokasi payo, sudah dua kali pemanggilan tidak hadir.

Cabjari Muara Tembesi terus melakukan upaya selaku penyidik untuk menjemput bola, dengan mengundang sepuluh orang untuk klarifikasi ke kantor Kecamatan.

“Namun, tidak hadir dan tidak tahu kenapa, karena tidak ada konfirmasi balik. Saya berharap kepada Para saksi yg sudah terpanggil harusnya kooperatif karena bisa merugikan mereka jikalau kasus ini naik di tingkat yang lebih tinggi,” Ujarnya.

BACA JUGA  Waspada! DAM Di Padang Sudah Dibuka, Warga Yang Tinggal Dipinggir Batang Hari Mesti Hati-hati

Dugaan sementara, Lukber mengatakan, diperkirakan lahan tersebut milik negara yang dijual dengan luas sekitar 500 hektare dan transaksinya sudah terlaksana dan sangat merugikan negara.

“Kenapa tanah negara, karena lahan itu belum sama sekali melekat suatu hak dan nama yang dibuatkan sporadik mengakui bahwa sebelumnya tidak pernah mengusahakan tanah tersebut,” papar Lukber.

Saat ini, Lukber bersama pihak BPN sudah turun ke lokasi untuk memastikan titik koordinat tanah payo pucat kaki tersebut.

BACA JUGA  Wakili Bupati, Sekda Batang Hari Serahkan Bantuan Sembako Kepada Masyarakat Korban Banjir

“Di lokasi tersebut sepertinya sudah ada aktivitas. Namun, belum pasti apakah di titik payo yang sudah diperjualbelikan atau di luar,” tuturnya.

Dalam hal ini, Lukber menuturkan, masih mencari apakah ada perbuatan melawan hukum atau tidak. Jika, hal tersebut naik ke tingkat penyidikan maka akan ada upaya paksa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tidak lupa, Lukber meminta doa kepada masyarakat agar penyelidikan ini berjalan dengan lancar dan baik.

“Semoga berjalan lancar dan baik. Kami akan tetap profesional dalam menjalankan tugas,” Harapnya.

Share :

Baca Juga

Daerah

HUT Media Kerinci Time Ke 12, Pergelaran Turnamen Bulutangkis Dimulai

Batanghari

Tolak Kenaikan BBM, PKS Batanghari Bentangkan Spanduk Raksasa

Batanghari

Breaking News! Warga Padang Kelapo Ditemukan Mengapung di Sungai Batanghari

Batanghari

HUT RI ke-78, Kecamatan Marosebo Ulu Gelar Turnamen Tenis Meja

Batanghari

PT Citra Mulia Manunggal Salurkan Bantuan Stunting Kepada Masyarakat

Daerah

Sambut HUT RI Ke 78, IWO Indonesia Sungai Penuh Kerinci Goro Dan Pemasangan Bendera Bersama

Berita

Kerap Terjadi Peristiwa Di Tanjakan Jalan Lintas Timur Desa Panoban, Simak Kejadian Pagi Ini

Batanghari

Bupati MFA Kordinasi Penguatan IKM Bersama Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan