Tanjab Barat – PLN ULP Kuala Tungkal melakukan serangkaian edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan penggunaan listrik, baik dalam kondisi normal maupun saat musim hujan yang berpotensi menyebabkan banjir. Edukasi ini disampaikan melalui dua materi informasi yang bertujuan untuk mencegah kecelakaan akibat bahaya kelistrikan.
Pencegahan Bahaya Kelistrikan di Rumah Tangga
Instalasi listrik di rumah memiliki potensi menyebabkan kecelakaan jika tidak diperhatikan, baik karena kontak langsung dengan penghantar yang tidak terisolasi maupun kesalahan dalam proses pemasangan. PLN mengajak masyarakat mengikuti 6 cara praktis untuk menghindari risiko tersebut:
1. Hindari kontak peralatan listrik dalam waktu lama dan jangan biarkan menyala pada stopkontak terlalu lama.
2. Gunakan peralatan listrik berkualitas dengan sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia).
3. Periksa instalasi kabel secara berkala maksimal setiap 10 tahun dan ganti jika rusak.
4. Ganti steker listrik yang warnanya sudah berubah dan jangan memaksanya secara berlebihan.
5. Jangan membongkar atau mengotak-atik KWH Meter sendiri; laporkan kendala ke Call Center PLN 123 jika ada masalah.
6. Jauhkan peralatan elektronik dari benda mudah terbakar seperti gas dan gorden.
Sesuai UU No. 30 Tahun 2009 Pasal 51, orang yang sengaja merusak atau mengganggu sarana prasarana listrik dapat dikenai sanksi penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp2.500.000.000.
Penanganan Keamanan Listrik di Musim Hujan

Menyambut musim hujan, PLN juga mengeluarkan imbauan terkait antisipasi bahaya listrik saat banjir melalui materi bertajuk “Amankan Listrik, di Musim Hujan”. PLN akan memadamkan pasokan listrik secara otomatis apabila rumah pelanggan terendam air atau gardu distribusi terendam air.
Selama banjir terjadi, masyarakat diimbau melakukan 5 langkah antisipasi:
1. Matikan instalasi listrik di dalam rumah.
2. Cabut semua peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak.
3. Naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terkena air.
4. Jika aliran listrik tidak padam meskipun sudah terendam banjir, segera hubungi Contact Center PLN 123.
5. Hubungi tenaga teknisi instalasi listrik atau petugas penanggulangan bahaya banjir jika diperlukan.
Setelah banjir surut, pastikan semua peralatan dan instalasi listrik dalam keadaan kering sebelum digunakan kembali. Penerimaan pasokan listrik dapat dilakukan setelah instalasi dinyatakan aman dan ada koordinasi dengan ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi www.pln.co.id, aplikasi PLN Mobile, atau menghubungi Contact Center PLN 123 dengan menambahkan kode area sesuai wilayah masing-masing.







