TANJABBAR – Pemerintah Desa Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, akhirnya angkat bicara dengan tegas untuk meluruskan pemberitaan yang menyebutkan Kepala Desa (Kades) Taman Raja, Mawardi, melakukan intimidasi dan perlakuan kasar terhadap seorang awak media dalam konteks upaya membantu anak yatim di desa tersebut.
Tuduhan ini dinilai tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya dan hanya merupakan kesalahpahaman yang perlu diluruskan segera.
Kades Mawardi menegaskan dengan keras bahwa ia tidak pernah melakukan intimidasi atau perlakuan kasar terhadap siapa pun, termasuk awak media yang terlibat. Apa yang terjadi hanyalah upaya untuk menjelaskan kekeliruan yang terdapat dalam pemberitaan yang beredar, agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak terjebak dalam narasi yang salah.
“Tuduhan bahwa saya melakukan intimidasi adalah hal yang tidak benar dan sangat menyakitkan. Saya hanya bermaksud menjelaskan kekeliruan dalam pemberitaan agar fakta yang sebenarnya terungkap. Tidak ada niat sedikit pun untuk menekan atau menyudutkan siapa pun,” ujar Mawardi dengan tegas dalam keterangan resminya, Selasa (10/3/2026).
Menurut Mawardi, pemberitaan yang viral memberikan kesan yang sangat keliru seolah-olah pemerintah desa tidak memiliki kepedulian terhadap nasib anak yatim yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan tempat tinggal yang layak. Padahal, faktanya segera setelah mengetahui kondisi anak tersebut, pemerintah desa langsung bergerak cepat tanpa menunda-nunda untuk datang ke lokasi guna mengecek langsung kondisi korban dan memberikan perhatian yang diperlukan.
“Kami sangat prihatin dengan pemberitaan yang seolah-olah menyudutkan pemerintah desa dan menuduh kami tidak peduli. Faktanya, kami tidak pernah abai terhadap nasib warga, apalagi terhadap anak yatim yang membutuhkan perlindungan dan perhatian lebih. Segera setelah mengetahui kondisinya, tim pemerintah desa sudah hadir di lokasi untuk melihat langsung situasinya dan memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi sementara. Ini adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri!” tegasnya.
Padahal saat Kades Mawardi menjelaskan didepan media itu, disitu hadir camat Tungkal Ulu, namun saat video saat Mawardi menjelaskan disalah artikan sehingga menggiring opini negatif






