PLTA PT. KMH Gelar Coffe Morning Bersama Media dan LSM, Bantah Tuduhan Penyebab Danau Kerinci Mengering

Avatar

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, | inspirasi Jambi| PT Kerinci Merangin Hidro (PT. KMH) menggelar kegiatan Coffee Morning bersama awak media dan LSM se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Mahkota, Kota Sungai Penuh, Kamis (05/02/2026).

Dalam forum tersebut, Manager PT KMH, Asroli, memaparkan sejumlah penjelasan terkait operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin, khususnya menyikapi isu menyusutnya air Danau Kerinci yang belakangan menjadi perhatian publik.

Asroli menjelaskan, kebutuhan air PLTA mencapai sekitar 100 meter kubik per detik. Namun, kebutuhan tersebut tidak sepenuhnya bersumber dari Danau Kerinci.

“Jika hanya mengandalkan air Danau Kerinci, tentu danau bisa mengalami kekeringan. Karena itu, PLTA tidak hanya menggunakan air danau, tetapi lebih banyak memanfaatkan aliran Sungai Batang Merangin serta anak-anak sungai lainnya,” jelas Asroli.

BACA JUGA :  Dramatis! Polsek Tungkal Ulu Tangkap Komplotan Curanmor, Satu Pelaku Diciduk Saat Numpang Makan!

Ia menegaskan, dari total kebutuhan air pembangkit dengan tiga unit turbin, hanya sekitar 40 persen yang berasal dari Danau Kerinci. Sementara 60 persen lainnya bersumber dari Sungai Batang Merangin dan aliran sungai pendukung.

Lebih lanjut, Asroli menegaskan bahwa menyusutnya air Danau Kerinci tidak disebabkan oleh aktivitas operasional PLTA Merangin. Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah faktor iklim.

Asroli mengungkapkan, kekeringan yang terjadi saat ini turut dipengaruhi oleh adanya modifikasi cuaca yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Modifikasi tersebut bertujuan menekan potensi hujan ekstrem di wilayah Sumatera yang saat ini masih dalam tahap pemulihan pascabencana.

“Modifikasi cuaca ini menyebabkan hujan tidak turun, meskipun secara pola musim, Januari masih termasuk periode basah,” ujarnya.
Ia juga memaparkan hasil pemantauan elevasi dan debit air Danau Kerinci pada awal Januari 2026. Berdasarkan data tersebut, penurunan muka air danau terjadi secara bertahap dan konsisten, tanpa ditemukan adanya penurunan ekstrem atau kondisi yang tidak wajar.

BACA JUGA :  Pemkab Tanjab Barat Siapkan Motor Untuk Da'i Desa, Wujud Nyata Perhatian ke Pelosok

Penurunan muka air tersebut, lanjut Asroli, sejalan dengan kondisi inflow yang relatif rendah dan tidak berkelanjutan. Hal ini mencerminkan adanya defisit curah hujan di wilayah daerah tangkapan air Danau Kerinci dalam beberapa waktu terakhir.

Dari hasil analisis grafik elevasi muka air, inflow, dan outflow, diketahui bahwa debit air keluar dari danau dijaga tetap stabil dan disesuaikan dengan ketersediaan air masuk. Tidak ditemukan indikasi pelepasan air berlebihan maupun pola operasi tertentu yang menyebabkan penurunan elevasi danau secara signifikan.

Selain itu, penyerapan energi oleh PLN juga tercatat mengalami penurunan seiring dengan kondisi tampungan Waduk Bendungan Kerinci, dan tidak secara langsung mengikuti volume air di Danau Kerinci. Hal ini menunjukkan bahwa fluktuasi muka air danau tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh aktivitas PLTA.

BACA JUGA :  Ketua BUMDesa Lampisi Mengaku Fakum 2 Tahun, Sewa Ekskavator Diduga Tidak Masuk Kas!

“Berdasarkan kajian hidrologis, penurunan muka air Danau Kerinci pada periode ini merupakan respons alami sistem danau terhadap kondisi iklim dan rendahnya curah hujan, bukan akibat gangguan teknis ataupun kesalahan pengelolaan sumber daya air,” tegas Asroli.

Ia berharap seluruh pihak terkait terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga keseimbangan ekosistem serta memastikan ketersediaan air Danau Kerinci tetap terjaga, terutama dalam menghadapi variabilitas iklim ke depan .
Pada kesempatan tersebut, Asroli kembali menegaskan bahwa penyusutan air Danau Kerinci bukan disebabkan oleh operasional PLTA Merangin. (NAZARDIN SPN)

Berita Terkait

Karhutla HLG Bram Itam Tanjab Barat: Luas 15 Hektar, Manggala Agni Hadapi Beragam Kendala
DPO Kasus Perampokan & Pemerkosaan Merlung: Pelaku Bernama Rapid Alias Buntal Masih Buron, Polisi Sebar Poto – Masyarakat Melihat Dipinta Lapor
Kebakaran Lahan 4 Hektar di Pemayung Berhasil Dipadamkan, Tim Manggala Agni Batanghari Kembali ke Markas
Bupati Fadhil Arief Pastikan Gaji ke-13 dan ke-14 Cair untuk Seluruh ASN serta PPPK Batang Hari
Kapolres Muaro Jambi Turun Langsung Cek Karhutla Sungai Gelam, Penegakan Hukum Tetap Dijalankan
Mantan Kades Usman Fauzi Unggul Telak, Pemilihan BPD Lubuk Lawas Berjalan Luber-Jurdil
Kapolsek Tungkal Ulu Pimpin Langsung Pengecekan Titik Panas di Batang Asam
Pasca Dugaan Pelubangan Pipa di Kenali Asam, Pertamina EP Jambi Imbau Warga Jauhi Koridor Jalur Migas
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:28

Karhutla HLG Bram Itam Tanjab Barat: Luas 15 Hektar, Manggala Agni Hadapi Beragam Kendala

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:58

DPO Kasus Perampokan & Pemerkosaan Merlung: Pelaku Bernama Rapid Alias Buntal Masih Buron, Polisi Sebar Poto – Masyarakat Melihat Dipinta Lapor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:42

Kebakaran Lahan 4 Hektar di Pemayung Berhasil Dipadamkan, Tim Manggala Agni Batanghari Kembali ke Markas

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:05

Bupati Fadhil Arief Pastikan Gaji ke-13 dan ke-14 Cair untuk Seluruh ASN serta PPPK Batang Hari

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:20

Kapolres Muaro Jambi Turun Langsung Cek Karhutla Sungai Gelam, Penegakan Hukum Tetap Dijalankan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:02

Kapolsek Tungkal Ulu Pimpin Langsung Pengecekan Titik Panas di Batang Asam

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:11

Pasca Dugaan Pelubangan Pipa di Kenali Asam, Pertamina EP Jambi Imbau Warga Jauhi Koridor Jalur Migas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:27

Lembaga Adat Melayu Batang Asam Secara Tegas Menolak Segala Bentuk Prilaku LGBT

Berita Terbaru