ADA APA DENGAN DANA BOS SMPN 2 TANJAB BARAT? Dugaan Anggaran Boros Tak Berbekas, Mantan Kepsek Diduga Lakukan Pungli Ratusan Ribu Per Siswa!

Avatar

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 15:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJAB BARAT – Anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejatinya hadir untuk membebaskan biaya pendidikan, meringankan beban orang tua, dan memajukan fasilitas sekolah.

Namun kenyataan pahit justru terjadi di SMP Negeri 2 Tanjab Barat, Kecamatan Tungkal Ulu, Kelurahan Pelabuhan Dagang. Alih-alih terasa manfaatnya, dana yang digelontorkan negara itu diduga dikelola secara tidak efisien, boros, dan tak berbekas, bahkan di masa kepemimpinan mantan Kepala Sekolah, Very Bastian S.Pd, terungkap dugaan keras adanya Pungutan Liar (Pungli) yang membebani setiap siswa hingga ratusan ribu rupiah!

Fakta di lapangan berbicara lantang. Selama masa jabatan Very Bastian S.Pd sebagai Kepala Sekolah, anggaran BOS yang seharusnya digunakan untuk perawatan gedung, perbaikan sarana prasarana, pengadaan buku, hingga alat pembelajaran, nyatanya tak ada jejak perubahan sama sekali. Terpantau oleh media, kondisi bangunan dan fasilitas sekolah dari dulu hingga kini tetap sama, rusak dibiarkan, dan tak ada sentuhan perawatan, padahal anggaran operasional rutin cair setiap tahun. Kemana hilangnya uang negara yang ratusan juta rupiah itu? Tidak ada bukti fisik, tidak ada peningkatan fasilitas, indikasi penyimpangan pengelolaan sangat kuat tercium.

BACA JUGA :  Teguhkan Nilai Pancasila, Pemuda Katolik Komda Jambi Gelar Seminar, Gerakan Nasional Bertajuk Ideologi Bangsa Di Era Digitalsasi.

Yang lebih menyakitkan dan meresahkan, di saat dana negara sudah masuk penuh, para siswa justru dipaksa mengeluarkan uang dari saku sendiri. Salah satu siswa yang ditemui media beberapa hari lalu mengaku kecewa dan berat hati atas praktik yang terjadi.

“Tidak ada dana BOS yang kami rasakan, bahkan untuk siswa yang tidak mampu pun tidak ada bantuan sama sekali. Justru kami malah diminta membayar uang dengan nominal yang sudah ditetapkan, per orang bisa sampai ratusan ribu rupiah,” ungkap siswa itu dengan nada kecewa.

Pungutan ini jelas bertentangan dengan fungsi utama dana BOS: membebaskan biaya pendidikan di sekolah negeri. Ke mana perginya aturan bahwa siswa DILARANG KERAS dipungut biaya apapun selama dana BOS sudah tersedia? Dugaan kuat muncul: anggaran BOS diduga habis diuruskan secara tidak wajar, tak ada bukti penggunaan, hingga akhirnya pihak sekolah di masa itu memutar otak dengan cara haram — membebankan biaya ke pundak siswa dan orang tua.

BACA JUGA :  Pelantikan Fauzi Bin Zainal Jadi Kepala Desa Antara Waktu Lubuk Bernai, Camat Junaidi Pimpin Langsung Acara

Menariknya, saat media mendatangi lokasi hari ini, Senin (11/05/2026) untuk meminta penjelasan dan konfirmasi, satu hal mencolok terungkap: Sang pelaku utama dugaan penyimpangan dan pungutan itu, Very Bastian S.Pd, sudah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Sekolah.

Menurut keterangan salah satu staf guru yang enggan disebutkan namanya, “Pak Very Bastian S.Pd tidak lagi Kepala Sekolah di sini, sudah diganti. Beliau sekarang sudah pindah ke wilayah Tungkal Ilir, dan saat ini di sini sudah ada Pelaksana Tugas (PLT) yang memegang kendali.”

BACA JUGA :  Kerap Terjadi Peristiwa Di Tanjakan Jalan Lintas Timur Desa Panoban, Simak Kejadian Pagi Ini

Pemindahan tugas ini pun memicu pertanyaan besar publik: Apakah perpindahan ini langkah biasa, atau justru cara untuk menghindari tanggung jawab atas kekacauan keuangan dan praktik pungli yang melekat namanya di SMPN 2 Tanjab Barat? Apakah dugaan penyimpangan dana BOS dan pemerasan terhadap siswa ini dibiarkan begitu saja saat ia sudah pindah tempat?

Kini masyarakat dan wali siswa menuntut kejelasan: Akan kemana kasus ini dilanjutkan? Apakah dinas terkait akan menelusuri rinci setiap lembar penggunaan dana BOS masa kepemimpinan Very Bastian? Dan apakah uang ratusan ribu yang sudah dipungut paksa dari siswa akan dikembalikan atau dipertanggungjawabkan?

Dana BOS adalah uang rakyat, hak anak-anak bangsa. Siapa pun yang memainkannya atau memakainya sembarangan apalagi ditambah memeras siswa, harus bertanggung jawab seberat-beratnya. Ke mana pun pindahnya, kesalahan dan dugaan pelanggaran tetap harus dibongkar sampai tuntas!

Berita Terkait

BUMDESMA ASTAN JAYA BATANG ASAM BERASIL MENGELOLA KETAHANAN PANGAN.
Bendahara Desa Rawa Medang Akui Dana di Atas Rp 50 Juta Ditarik & Disimpan Langsung Oleh Kades
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Rawa Medang, Kadis PMD Tegas: Kami Panggil Pekan Depan, Akan Selidiki & Libatkan Inspektorat!
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Rawa Mefang, Kadis PMD Tegas: Kami Panggil Pekan Depan, Akan Selidiki & Libatkan Inspektorat!
Malam Perpisahan Kajari Anton Rahmanto, Pemkab Tanjab Barat Sampaikan Apresiasi Penuh Haru
Wabub Katamso Sambut Tim Kementerian Kehutanan, Mangrove Pangkal Babu Diproyeksikan Jadi Pilar Ketahanan Pesisir
Bupati Anwar Sadat Sambut Menkes dan Gubernur Jambi di RSUD kH Daud Arif, Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Daerah
PLN ULP Kuala Tungkal: Pekerjaan Peningkatan Jaringan, Pemadaman Terjadwal Sabtu 9 Mei 2026 Demi Layanan Lebih Andal
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 15:33

ADA APA DENGAN DANA BOS SMPN 2 TANJAB BARAT? Dugaan Anggaran Boros Tak Berbekas, Mantan Kepsek Diduga Lakukan Pungli Ratusan Ribu Per Siswa!

Senin, 11 Mei 2026 - 13:07

BUMDESMA ASTAN JAYA BATANG ASAM BERASIL MENGELOLA KETAHANAN PANGAN.

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:04

Bendahara Desa Rawa Medang Akui Dana di Atas Rp 50 Juta Ditarik & Disimpan Langsung Oleh Kades

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:58

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Rawa Medang, Kadis PMD Tegas: Kami Panggil Pekan Depan, Akan Selidiki & Libatkan Inspektorat!

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:55

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Rawa Mefang, Kadis PMD Tegas: Kami Panggil Pekan Depan, Akan Selidiki & Libatkan Inspektorat!

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:59

Wabub Katamso Sambut Tim Kementerian Kehutanan, Mangrove Pangkal Babu Diproyeksikan Jadi Pilar Ketahanan Pesisir

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:55

Bupati Anwar Sadat Sambut Menkes dan Gubernur Jambi di RSUD kH Daud Arif, Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:16

PLN ULP Kuala Tungkal: Pekerjaan Peningkatan Jaringan, Pemadaman Terjadwal Sabtu 9 Mei 2026 Demi Layanan Lebih Andal

Berita Terbaru