TANJAB BARAT – 26 Januari 2026 – Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Astan Jaya mencatatkan pencapaian luar biasa pada tahun buku 2025, dengan berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) bagi enam desa di wilayah Kecamatan Batang Asam. Melalui pengelolaan usaha yang terstruktur dan kolaborasi yang erat antar-desa, BUMDesma ini membuktikan diri sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang andal.
Strategi Diversifikasi Usaha Bawa Hasil Maksimal
Keberhasilan BUMDesma Astan Jaya tidak datang secara instan. Sebagai langkah kunci, pihaknya mengembangkan lima lini bisnis unggulan yang menyentuh berbagai aspek kebutuhan masyarakat lokal, yaitu:
a. Unit Usaha Simpan Pinjam: Memberikan akses keuangan yang mudah bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil.
b. Unit Mitra Usaha: Menjalin kemitraan dengan berbagai pelaku ekonomi lokal untuk memperluas jaringan usaha.
c. Unit Bank Mini Sekolah: Mendukung kebutuhan finansial pelajar dan komunitas pendidikan di wilayah tersebut.
d. Unit BPJS Ketenagakerjaan: Memfasilitasi akses jaminan sosial bagi pekerja di sektor informal.
e. Unit Ketahanan Pangan: Mengembangkan program yang mendukung ketersediaan dan akses pangan bagi masyarakat desa.
Pilar utama kekuatan finansial BUMDesma ini berasal dari dana perguliran SPP (Ex. PNPM-MPd), yang hingga akhir tahun 2025 mencapai nilai Rp2.281.740.000,- dan telah menyentuh sebanyak 164 kelompok masyarakat di seluruh wilayah kerja.
Transparansi Maksimal dalam Pembagian Hasil Usaha
Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas tercermin dalam proses pembagian hasil usaha yang dilakukan secara terbuka. Berikut rincian perolehan PAD yang disalurkan ke masing-masing desa anggota:
1. Desa Lubuk Lawas: Rp22.600.000
2. Desa Lubuk Bernai Rp 11.300.000
3. Desa Kampung Baru Rp 20.340.000
4. Desa Rawa Medang Rp 11.300.000
5. Desa Sungai Badar Rp 18.000.000
6. Desa Tanjung Bojo Rp 11.300.000
Total PAD yang dibagikan mencapai Rp97.000.000,- yang dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pembangunan desa, mulai dari peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Direktur BUMDesma Astan Jaya Haryanto, S.Pd , SH, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian yang diraih.
“Alhamdulillah, capaian tahun buku 2025 ini adalah bukti konkret bahwa kerja sama antar-desa melalui BUMDesma mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Angka dana perguliran yang mencapai lebih dari 2,2 miliar rupiah bukan hanya angka statistik, melainkan bentuk kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada kami,” ujar Ketua BUMDesma Astan Jaya.
Lanjutnya, pihaknya juga mengungkapkan fokus strategis ke depan. “Kami akan lebih memperkuat Unit Ketahanan Pangan dan Bank Mini Sekolah, karena kami yakin kedua unit ini dapat memberikan manfaat yang merata hingga ke tingkat rumah tangga dan pelajar. Tujuan utama kami adalah menciptakan ekonomi desa yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu bersaing,” tambahnya.
Dengan prestasi yang diraih, BUMDesma Astan Jaya diharapkan dapat menjadi model pembangunan ekonomi desa yang dapat ditiru di berbagai wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat bahkan Provinsi Jambi secara luas.







