Tanjab Barat – Rencana proyek pengeboran migas di Desa Mandala Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi memicu gelombang protes dari warga.
Para petani meradang akibat aktivitas lapangan yang diduga terkait persiapan proyek oleh pihak subkontraktor, yakni PT Citra Nusantara Gemilang (CNG) dan PT ENECAL Indonesia, yang dituding telah merusak tanaman produktif mereka tanpa izin.
Sejumlah petani mengungkapkan bahwa tanaman kelapa sawit dan pinang mereka diduga ditebang oleh alat berat secara sepihak, tanpa pemberitahuan atau musyawarah.
“Kami merasa diperlakukan seperti tidak ada harganya,” ujar seorang petani dengan nada geram.
Sambunya “Tanaman yang menjadi sumber penghidupan kami dirusak begitu saja. Kami akan menuntut keadilan sampai titik darah penghabisan!” Katanya setengah memekik
Pemerintah Desa Mandala Jaya mengaku tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi atau koordinasi terkait aktivitas proyek tersebut.
“Kami tidak pernah mendapatkan pemberitahuan resmi. Jika benar ada aktivitas perusahaan yang berdampak pada lahan masyarakat, tentu harus ada prosedur yang jelas,” kata seorang perangkat desa.
Pengamat kebijakan energi daerah menyatakan bahwa insiden ini harus diusut tuntas.
“Setiap aktivitas perusahaan migas harus transparan dan melibatkan masyarakat. Jika tidak, potensi sengketa akan terus membesar,” tegasnya.
Warga Desa Mandala Jaya menuntut PT CNG dan PT ENECAL Indonesia untuk bertanggung jawab penuh atas kerugian yang mereka alami.
“Kami hanya ingin hak kami dihargai. Kalau memang lahannya dipakai, harus ada musyawarah dan ganti rugi yang jelas,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari PT CNG maupun PT ENECAL Indonesia terkait dugaan kerugian tersebut.







