TANJABBAR – Pembangunan drainase di RT 02 Kelurahan Merlung, Kecamatan Merlung, yang menggunakan Dana APBDP Tanjab Barat Tahun 2025, diduga dikerjakan asal-asalan. Pihak kontraktor diduga mengabaikan kualitas dan kuantitas bangunan, sehingga pekerjaan tersebut dipertanyakan.
Salah satu warga Kelurahan Merlung yang enggan namanya dipublikasikan mengungkapkan bahwa material yang digunakan tidak memenuhi standar. Batu split yang digunakan mengandung kapur, yang tidak layak untuk dijadikan material bangunan. Selain itu, campuran pasir, batu, dan air tidak seimbang dengan semen yang digunakan.
Warga tersebut juga mengungkapkan bahwa kualitas bangunan diabaikan. Dinding kiri dan kanan drainase sangat tipis, sehingga dipertanyakan apakah spesifikasi pekerjaan sudah sesuai. “Dinding kiri kanan drainase amatlah tipis, apa memang begini spek pekerjaannya?” ungkapnya. Jumat (16/5/2025)
Edison, warga Kelurahan Merlung lainnya, juga mengungkapkan bahwa perencanaan pembangunan drainase perlu dipertanyakan. Tidak adanya pembuangan air jika hujan sehingga air akan tergenang di dalam drainase. “Pembuangan airnya kemana nanti, ini yang harus menjadi perhatian jika tak ada solusi dipastikan kedepan jalan ini akan digenangi oleh air,” cetusnya.
Warga berharap instansi terkait, seperti Dinas Perumahan, Kawasan, dan Pemukiman Tanjab Barat, untuk mengcrosscek pekerjaan tersebut. “Selaku warga Kelurahan Merlung berharap Dinas Perumahan, Kawasan, dan Pemukiman Tanjab Barat turun ke lokasi melihat secara langsung pekerjaan ini, sebab jika dibiarkan barang tentu hasilnya tak memuaskan,” kata warga tersebut.
Dinas Perumahan, Kawasan, dan Pemukiman Tanjab Barat belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan. Warga berharap agar instansi terkait dapat segera mengambil tindakan untuk memastikan kualitas pekerjaan pembangunan drainase tersebut. (Tan)







