Dampak Perang Rusia dan Ukraina Terhadap Pertahanan di Indonesia

Avatar

- Redaksi

Kamis, 10 November 2022 - 15:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Retno Putri Ramadhani Ilmu Politik Universitas Jambi

Berikut Tiga dampak perang Rusia-Ukraina bagi Indonesia. Pertama, Kenaikan Harga Komoditas Energi, yang mana rusia menjadi salah satu negara produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia, produsen batu bara terbesar ketiga di dunia, produsen Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair terbesar ketujuh di dunia. Namun, kini Rusia sedang mendisrupsi sementara rantai pasok energi dunia.

Kenaikan harga paling tinggi pada komoditas energi, terjadi pada harga minyak terhitung mencapai USD100 per barelnya, dari sebelumnya sekitar USD60-65. Hal itu pun memicu kenaikan harga pada komoditas lain, seperti nikel dan Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit.

BACA JUGA :  Konflik Pedagang Sayur Pasar Tanjung Bajure VS Pemkot Reda Setelah Dewan Turun Tangan

Kedua, Kenaikan Harga Komoditas Pangan. Rusia menjadi salah satu produsen gandum terbesar nomor satu di dunia, oleh karena itu Indonesia sangat terdampak, sebab masyarakat Indonesia gemar memakan mie berbahan gandum. Namun sayang, produksi gandum dalam negeri belum memenuhi kebutuhan, sehingga Indonesia perlu mengimpor gandum dari Rusia.

BACA JUGA :  Polda Jambi Peduli, Gelar Sunatan Massal Untuk 150 Anak di Jambi

Rantai distribusi pangan, mekanisme harga, transparansi pasar, tingkat dependensi global di sektor perdagangan, serta pasokan dan pengembangan teknologi pertanian pun perlu dicermati.

Ketiga, Inflasi yang mana Dampak langsung dari terjadinya inflasi adalah melemahnya nominal rupiah. Sebagai salah satu upaya menahan kenaikan inflasi, bank sentral di berbagai negara terpaksa menaikkan suku bunga acuan agar tingkat harga dapat lebih terkendali. Hal tersebut pun terjadi pada Bank of England (BoE), yang telah menaikkan suku bunga acuannya secara agresif sebanyak tiga kali sejak desember 2021.

BACA JUGA :  Pemkab Tanjab Barat Siap Terapkan Pidana Kerja Sosial, Sekda Hermansyah: Dukungan Penuh untuk Program Pemasyarakatan

Perekonomian Indonesia pun terancam stagflasi, yakni suatu kondisi ketika tingkat pertumbuhan ekonomi melambat, namun tingkat pengangguran dan inflasi meninggi secara bersamaan. Fenomena tersebut tidak wajar dan kontras terhadap resesi.

Indonesia perlu waspada terhadap segala bentuk perubahan global yang terjadi akibat struktur keamanan regional yang berubah karena benturan kepentingan antar negara, serta perebutan akses energi. Sebab, dampak-dampak yang sudah terasa ini belum diketahui kapan berakhirnya. (*)

Berita Terkait

Hari Ketujuh Karhutla Taman Nasional Berbak Sembilang: Medan Sulit dan Keterbatasan Air Uji Ketangguhan Tim Gabungan
Spesialis Curanmor Parkiran Masjid Dibekuk di Sarolangun
Petani Pematang Rahim Klaim Kuasai 25 Hektar Sejak 2009, Tegaskan Bukan Penyerobotan dan Tidak Tumpang Tindih HGU
Laporan Ketua LSM Gerak Indonesia Jambi Dugaan Pemalsuan Surat di Sarolangun Ditindaklanjuti, Polda Jambi Panggil Saksi
Narasi Medsos Keliru, Isu Ibadah di Sungai Rengas Sudah Selesai
PLN ULP Kuala Tungkal Bagian Ulu Lakukan Pemeliharaan Trafo, Warga Dihimbau Hindari Aktivitas di Bawah Jaringan Listrik
Sat Binmas Polda Jambi Sambangi Pemuda Merlung, Pererat Kemitraan Jaga Kamtibmas Desa
175 Titik Panas Terdeteksi di Jambi, Asap Karhutla Mengganggu Masyarakat
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:17

Hari Ketujuh Karhutla Taman Nasional Berbak Sembilang: Medan Sulit dan Keterbatasan Air Uji Ketangguhan Tim Gabungan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:05

Spesialis Curanmor Parkiran Masjid Dibekuk di Sarolangun

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:43

Petani Pematang Rahim Klaim Kuasai 25 Hektar Sejak 2009, Tegaskan Bukan Penyerobotan dan Tidak Tumpang Tindih HGU

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:31

Laporan Ketua LSM Gerak Indonesia Jambi Dugaan Pemalsuan Surat di Sarolangun Ditindaklanjuti, Polda Jambi Panggil Saksi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:02

Narasi Medsos Keliru, Isu Ibadah di Sungai Rengas Sudah Selesai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:45

Sat Binmas Polda Jambi Sambangi Pemuda Merlung, Pererat Kemitraan Jaga Kamtibmas Desa

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:56

175 Titik Panas Terdeteksi di Jambi, Asap Karhutla Mengganggu Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:47

Program Revitalisasi dan Dana BOS SLBN Merlung Diduga Dikelola Tidak Efisien, Material Kualitas Dipertanyakan

Berita Terbaru