Kepergok Maling Sawit, Pelaku Bacok Pemilik Kebun di Tanjung Putra Wabup Bakhtiar Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2023 Geger! Warga Batanghari Temukan Mayat Mengapung di Sungai Dunia Bakal Alami Gerhana Matahari Total, Ini Prediksi Jadwalnya di Indonesia Calon Bupati Atau Wakil Bupati Tanjab Barat, Bang Badi Diprediksi Unggul Di Pilkada

Home / Berita

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 12:21 WIB

Kinerja Polisi Dalam Mewujudkan Keamanan Dalam Pandangan Mahasiswa Jambi

Oleh: Depsi Akwila Mahasiswi Ilmu Politik Universitas Jambi

OPINI – Dua bulan menjelang akhir tahun, banyak sorotan dan kasus-kasus yang semakin beredar di media social mengenai kinerja kepolisian RI yang kian hari dipandang semakin melenceng dalam pandangan masyarakat. Media menampilkan kericuhan-kericuhan yang terjadi yang kini semakin marak dan menjadi tonton bagi kalangan masyarakat. Kericuhan yang terjadi diakibatkan dengan tokoh utamanya iyalah polisi.

Dalam keadaan ini polisi mendapat pandangan dari kalanganm masyarakat. Dalam masyarakat Indonesia, tugas polisi sudahlah tidak menjadi asing untuk diketahui bagi masyarakat. Sebagaimana Polri, merupakan badan pemerintah yang bertugasgas memeilihara keamana dan ketertiban umum, atau dapat juga diartikan sebagai anggota dari badan pemerintahan (pegawai Negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum).

Peranan polri berupa kinerja yang dilakukan ternyata tidak hanya sekedar melakukannya saja, melainkan bagaimana pandangan masyarakat terhadap kinerja polri dalam mewujudkan keamana dan ketertiban umum di lingkungan masyarakat.
Banyak pandangan dari masyarakat akan kinerja dari polisi, yang dimana masyarakat menganggap kinerja polisi belum stabil sepenuhnya. Masyarakat ingin kehadiran polisi harus respon cepat dan tepat jika dibutuhkan masyarakat. Harapan dari masyarakat ini menjadi harapan yang ideal terhadap polri. Keinginan masyarakat ini menjadi bahan renungan buat seluruh jajaran polri dalam melaksanakan tugasnya demi ketertiban masyarakat.

BACA JUGA  Oknum Mantan Kepsek di Marosebo Ulu Gelapkan Uang Temuan Capai Puluhan Juta

Provinsi Jambi yang dikenal dengan bumi melayu. Dengan sebutan bumi melayu yang dimiliki, jambi juga memangku akan potensi bidang energy dan sumber daya mineral. Sebagain besar kegiatan usaha pertambangan yang ada bergerak di bidang pertambanga batu bara. Dengan jumlah penduduk provinsi jambi sebanyak 3.317.034 jiwa dengan kota jambi menempati urutan dengan jumlah penduduk terbanyak. Dengan jumlah penduduk yang banyak dan kekayaan yang dimiliki, pastilah membutuhkan kinerja ekstra dalam menjaga kemanan dan ketertiban dalam bermasyarakat.

Dengan kepadatan penduduk kota jambi, mengakibatkan keresahan yang menjadikan masyarakat terutama bagi mahasiswa tdidak merasa nyaman. Dengan kepadatan kota jambi ditambah lagi truk-truk batu bara yang berlalu lalang dengan bebasnya tanpa memberikan kesempatan kepada pengendara lain dengan sikap tidak mematuhi rambu lalu lintas. Dalam keadaan yang demikian, masyarakat mengharapkan kinerja dari pihak polisi untuk menertibkan jalanan lalu lintas agar para pengendara dapat tertib dan mematuhi rambu lalu lintas. Dengan peranan polisi yang demikian dapat menjadikan masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat berkendara.

BACA JUGA  Sengketa Atas Kemasan Polos Rokok Australia

Selain itu, dari kurang tertibnya dalam berkendara untuk kegiatan transportasi termasuk truk-truk batu bara dengan pengendara lain sehingga menyebabkan banyaknya kecelakaan dan memakan korban baik masyarat jambi maupun masyarkat luar jambi dalam kategori mahasiswa. Kecelakaan yang terjadi hingga memakan korban sudah menjadi hal yang tidak asing untuk didengar termasuk dilakangan para mahaiswa yang notabenenya ingin menempuh gelar sarjana malah selesai dengan tak bernyawa.

Banyak Pandangan dari masyarat mengenai kinerja polisi, ditambah lagi dengan kasus-kasus media yang menjadi tokoh utamanya iyalah polri. Dari kejadian yang beredar di media social seperti kasus Brigadir J, Penembakan gas air mata di stadion kanjuruhan yang baru-baru ini terjadi. Dari berita yang beredar rmenyebabkan tingkat kepercayaan masyarkat semakin kurang. Yang dimana dalam pandangan masyarakat polisi seharusnya menjadi wadah untuk mewujudkan keamanan dan kenyamana dalam kehidupan masyarakat, karena tugas polisi iyalah mengayomi masyarakat, menjaga, dan menjadi tempat bantuan terhdap masyarakat yang mengalami masalah baik kekersan, pencurian, dan lain sebagainya. Dalam pandangan masyaraka, kemunculan polisi hanya seperti saat-saat tertentu saja, jika ada even yang menyangkut kenegaraan maka polisi hadir dengan segala kesigapannya, namun jika tidak ada even polisi malah sebaliknya, hadir hanya sebagai formalitas dan kehadirannya tidak menetap seperti dalam menjaga rambu lalu lintas.

BACA JUGA  Pj. Bupati Tebo Aspan Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan SMPN 45 Tebo

Secara filisofi, harapan masyarakta di seluruh dunia terhadap polisi di mana saja tidak hanya di Provinsi Jambi adalah sama. Menginginkan polisi tepat serta benar dalam menangani kasus tanpa adanya maksud tertentu, dan bertindak berdsarkan peraturan hukum yang telah ditetapkan. (*)

Share :

Baca Juga

Berita

Tingkatkan Kapasitas Para Saksi Menjelang Pemilu, DPW PKB Jambi Gelar Training of Trainer Lembaga Saksi Pemenangan

Berita

Tragis! Gunakan Parang Adik Bacok Abang Kandung Di Batang Asam Hingga Tewas

Berita

7 Tersangka Korupsi Pembangunan Puskesmas Bungku Ditetapkan, Termasuk Kadinkes Batanghari

Berita

Nanda Liza Resmi Buka Pawai Ta’aruf Kafilah MTQ ke-XV Tingkat Kecamatan Tungkal Ulu

Berita

PT.PN 6, Di Panggil Pemda Tanjung Jabung Barat. Apakah Menyangkut Perambahan Hutan Seperti Yang Bergeming Di Tengah Masyarakat

Batanghari

Bupati Fadhil Arief Resmikan Rumah BSPS Di Desa Kehidupan Baru Kecamatan Maro Sebo Ilir.

Berita

Wabub Hadiri Pemusnahan BB Di Kejari Kuala Tungkal

Batanghari

Kasus Diare Meningkat, Ruangan Rawat Inap Puskesmas Sungai Rengas Penuh