Rudi Ketua IWO Batanghari: Gotong Royong Merupakan Warisan Leluhur

Avatar

- Redaksi

Jumat, 9 September 2022 - 15:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANGHARI – Gotong Royong merupakan salah satu Budaya yang sejak dulu dikenal masyarakat sebagai sarana untuk kerjasama dan bahu membahu dalam menyelesaikan suatu kepentingan bersama yang didasarkan pada solidaritas Sosial dalam suatu wilayah dan merupakan kearifan dalam suatu Daerah.

Contohnya, dalam suatu Desa ataupun pemukiman di Daerah perkotaan, waga bersama – sama membersihkan saluran air atau Got.

Dikabupaten Batanghari sendiri, Gotong Royong di era sekarang ini sudah mulai terlupakan, salah satu penyebabnya kesibukan individu masing – masing dalam kesehariannya.

Ditambah lagi modernisasi telah mengubah pola Fikir masyarakat, banyak berpendapat bahwa modernisasi di Zaman sekarang ini adalah suatu tradisi.

Budaya Gotong Royong merupakan salah satu warisan yang tidak sama dengan budaya lainya, karena gotong royong bukanlah salah satu warisan suatu benda.

Lain halnya dengan warisan Budaya lainya seperti Tarian serta berbagai prilaku terstruktur lainya. Gotong Royong bukan merupakan suatu benda atau intangible dapat dipegang dan diraba yang mempunyai kepadatan tapi melahirkan rasa kebersamaan dan dapat dikatakan salah satu ajang silaturahmi.

Padahal Gotong Royong merupakan kekutan besar masyarakat untuk membangun sesuatu di era modern seperti sekarang ini, tapi malah sebaliknya di era modrn seperti sekarang ini budaya gotong royong sudah mulai pudar, sebab modernsasi telah mengubah kahidupan dunia dan modernsasi melahirkan bentuk kehidupan yang sangat Kompleks.

BACA JUGA :  Begini Kronologis Tabrak Lari di Marosebo Ulu

Padahal dalam membentuk dan membangun karakter suatu Daerah kita perlu meningkatkan dan menyadari adanya nilai – nilai kearifan lokal, Siapa lagi kalau bukan Kita.

Diera modern seperti saat ini masih banyak juga masyarakat bergotong royong dikota maupun di Desa. Contoh kegiatan membersihkan masjid di hari jum’at untuk memnyambut hari – hari besar Agama Islam.

Masih banyak juga Tradisi Gotong Royong yang mereka lakukan, saat salah satu keluarga, kerabat atau warga sekitar yang mengalami kedukaan, kegiatan tersebut dinamakan Hileiya yakni dengan memberikan sejumlah uang melalui ibu PKK yang dikumpulkan untuk diberikan kepada keluarga yang sedang berduka.

Perlu kita sadari dalam membangun suatu Daerah bukan hanya mengandalkan dana APBD dari pemerintah saja, tapi juga didasari dengan unsur – unsur nilai gotong royong yang tinggi.

BACA JUGA :  Bupati M Fadhil Arief Resmi Membuka MTQ Ke-53, Tingkat Kabupaten Batanghari

Contoh kecil, masih banyak area belakang perkantoran di Kabupaten Batanghari terlihat sampah berserakan banyaknya gulma liar tumbuh di arae tersebut. Bukankah Program tersurat dalam Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati salah satunya adalah Gotong Royong.

Secara tidak langsung Bupati dan Wakil Bupati Batanghari yang sekarang ini mempunyai niat dalam membangkitkan nilai – nilai Gotong Royong, yang dapat kita ketahui sekarang ini nilai – nilai gotong royong mulai semakin memudar dikalahkan dengan perkembangan Zaman yang semakin modrn.

Misalnya, Salah satu Kantor Dinas, dihari jum’at menggelar Gotong Royong membersihkan area perkantoran membersikan sampah dan gulma di area perkantoran mereka. Dan itu sudah menggambarkan suatu unsur Gotong Royong atau kebersamaan.

Bukan hanya diperkantoran saja ditingkat kelurahan dan Desa melalui RT/RW juga bisa melakukan hal yang serupa, semisal bergotong royong membersikan Tempat Ibadah, jalan, got dan lainya maka tradisi Gotong royong bakal sulit dikalahkan dengan era modern sekarang ini.

Jika ada yang bertanya, Lantas siapa yang layak menjadi pelaku Tradisi Gotong Royong..??

BACA JUGA :  Tingkatkan Pengawasan, Ditreskrimsus Polda Jambi Lakukan Pengecekan SPBU

Ya Kita sendiri yang membagkitkan. Dimulai dari diri sendiri, kita sendiri harus mempunyai kesadaran yang tinggi untuk menciptakan nilai – nilai kebersamaan dalam bentuk tradisi Gotong Royong baik simiskin ataupun sikaya.

Timbul persoalan sikaya tidak ada waktu untuk bergotong royong karena kesibukanya sehari – hari dalam mengurus usahanya dan itu bukan satu penghalang karena Tradisi Gotong Royong tidak mempunyai aturan yang bersifat baku.

Tradisi Gotong Royong tidak bisa dinilai dengan uang ataupun tenaga tapi kesadaran tinggi dan toleransilah yang tumbuh dari hati kita.

Miasal ada alasan, sikaya sibuk tidak bisa hadir menyumbangkan tenaganya tapi dengan didasari toleransi tinggi bisa saja memberikan seperti material yang dibutuhkan atau memberikan sejenis makanan dan minuman untuk pelaku Gotong Royong.

Begitu juga simiskin tidak mampu memberikan sumbangan seperti sikaya tapi harus juga mempunyai kesadaran yang tinggi dan mampu menyumbangkan tenaganya untuk kepentingan bersama.

Siapa saja wajib membangkitkan tradisi Gotong Royong yang merupakan salah satu warisan leluhur kita yang hampir pudar ditelan masa.

Oleh : Rudi Siswanto

Berita Terkait

Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Provinsi Jambi, Manggala Agni Tekankan Kolaborasi dan Peringatan Dini
Karhutla di Pematang Lumut Tanjab Barat, Tim Gabungan Padamkan Api Hingga Maghrib – Api Belum Sepenuhnya Padam
Tabrakan Gran Max Pengangkut Sayur & Truk Dutro di Tanjab Barat: 2 Meninggal, 2 Luka-Luka
Warga Jaluko Muaro Jambi Resah, Gudang Penyimpanan Minyak Diduga Ilegal Disorot
Keseriusan Septa Diano Pimpin Kwaran Batang Asam Diapresiasi, Hari Pramuka ke-65 Berlangsung Khidmat
Karhutla HLG Bram Itam Tanjab Barat: Luas 15 Hektar, Manggala Agni Hadapi Beragam Kendala
DPO Kasus Perampokan & Pemerkosaan Merlung: Pelaku Bernama Rapid Alias Buntal Masih Buron, Polisi Sebar Poto – Masyarakat Melihat Dipinta Lapor
Kebakaran Lahan 4 Hektar di Pemayung Berhasil Dipadamkan, Tim Manggala Agni Batanghari Kembali ke Markas
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:00

Dipimpin Kapolsek AKP Gegar, Penurunan Bendera HUT RI Ke-81 Berjalan Lancar dan Khidmat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:37

Pemandangan Memukau, Seribu Bendera Merah Putih Hiasi Jalanan Desa Sungai Puar

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:39

Merah Putih Berkibar di Ketinggian Lampu Jalan, Aksi Warga Sungai Puar Curi Perhatian

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:36

Perkuat Industri Hulu Migas: Dari Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Hingga Budidaya Ikan

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:24

Eksplorasi Migas Semakin Agresif, SKK Migas: Media Mitra Edukasi Penting Bagi Masyarakat

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:14

Media Field Trip FJM 2026: SKK Migas dan KKKS Jambi Perkuat Sinergi Bersama Awak Media

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:00

Rombongan FJM Jambi Tinjau Budidaya Ikan Lele Bioflok Binaan Pertamina EP Jambi di Desa Kasang Lopak Alai

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:33

Bupati Batang Hari Saksikan Final JSFL Tingkat SMP 2026, SMPN 12 Kota Jambi Raih Gelar Juara Usai Kalahkan Sarolangun 2-0

Berita Terbaru