BATANGHARI – Bupati Batang Hari, Diwakili Sekda Kabupaten Batang Hari, Mula P. Rambe S.Sos., M.H. Membuka Secara Langsung Kegiatan Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana Tahun 2026. Bertempat di Ruang Pola Besar Kantor Bupati Batang Hari, Kamis (30/07/26).
Kabupaten Batang Hari merupakan Daerah yang relatif aman dari bencana alam yang sering terjadi di wilayah indonesia seperti gempa, tsunami dan banjir bandang. Namun Kabupaten Batang hari mengalami bencana tahunan yaitu banjir yang diakibatkan meluapnya sungai Batang Hari. Masyarakat Batang Hari sudah terbiasa menghadapi banjir tahunan dan telah siap mengantisipasi datangnya banjir tahunan tersebut. Namun demikian kita tidak mengganggap remeh ancaman bencana yang akan terjadi di wilayah Kabupaten Batang Hari. Bencana bukan hanya bencana alam tapi juga bencana non alam.
Bencana Alam yang terjadi sering kali merenggut korban jiwa, tapi Juga melumpuhkan perekonomian dan merusak infrastruktur yang telah kita bangun. Oleh karena itu untuk merespon bencana tersebut, kita tidak bisa lagi mengandalkan tindakan yang bersifat reaktif atau hanya merespon saat bencana telah terjadi. Kita membutuhkan langkah preventif yang terukur, terarah dan berbasis data ilmiah. Oleh sebab itu sangat diperlukan suatu dokumen terkait dengan bencana.
Sesuai dengan Undang undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, maka diperlukan dokumen kajian resiko bencana. Dokumen kajian resiko bencana (KRB) ini merupakan landasan utama dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan yang berfungsi untuk mengintegrasikan analisis ancaman, kerentanan dan kapasitas wilayah.
Untuk Meminimalisir bencana tidak hanya diperlukan kerja keras Pemerintah namun perlu kolaborasi antara Pemerintah dan Masyarakat.
Turut Hadir Perwakilan dari Kapolres Batang Hari, Perwakilan Dandim Batang Hari, Perwakilan, Kajari Batang Hari, Kepala BPBD Provinsi Jambi, Basarnas, Manggala Agni Serta Tamu Undangan Lainnya.







