Gubernur Al Haris Dampingi Menteri Kebudayaan RI Beri Kuliah Umum di UNJA

Avatar

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, M.Sc saat memberikan Kuliah Umum kepada civitas akademika Universitas Jambi. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Graha Singadekane Kampus UNJA, Telanaipura, Kota Jambi, Jum’at (31/07/2026) siang.

Dalam kuliah umum tersebut, Menteri Fadli Zon mengangkat tema “Pemajuan Kebudayaan dalam Perspektif Ekonomi Budaya”. Ia menekankan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan, melainkan fondasi pembangunan karakter bangsa yang tidak bisa dipisahkan dari kemajuan pendidikan.

“Kebudayaan adalah akar dari jati diri kita. Tanpa penguatan budaya, pendidikan akan kehilangan arah, dan pembangunan karakter bangsa tidak akan utuh,” ujar Fadli Zon di hadapan para mahasiswa, dosen, dan semua yang hadir.

Pada kesempatan tersebut Prof. Fadli Zon juga mengapresiasi sambutan hangat Pemerintah Provinsi Jambi dan UNJA. Ia mendorong agar perguruan tinggi aktif menjadi pusat kajian kebudayaan daerah dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam program pemajuan kebudayaan.
“Jambi punya potensi besar. Dengan adanya Candi Muaro Jambi, tradisi Melayu, dan keragaman etnis, ini adalah laboratorium hidup. Mahasiswa harus turun langsung, meneliti, mendokumentasikan, dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur itu,” tegas Menteri Kebudayaan.

BACA JUGA :  Gubernur Al Haris dan Wagub Sani Menghadiri Halal Bihalal Bersama MUI dan LAM Serta Ormas

Dalam pemaparannya, Menteri Fadli Zon memperkenalkan istilah baru untuk menggambarkan posisi Indonesia. Menurutnya, Indonesia tidak tepat disebut nation state, melainkan civilizational state atau negara peradaban.

“Menurut saya Indonesia ini bukan nation state, tapi civilizational state. Bukan negara, konsep negara nation state, tapi civilizational state, negara peradaban,” katanya.

Ia menilai gagasan ini relevan bagi dunia pendidikan tinggi, terutama di tengah tantangan global saat ini.

Mengeri Fadli Zon menyoroti tiga tantangan besar, pelindungan warisan budaya yang semakin kompleks, perubahan cara produksi dan penyebaran pengetahuan akibat teknologi, serta tuntutan perguruan tinggi untuk melahirkan riset, inovasi, dan talenta yang menjawab persoalan masyarakat.

BACA JUGA :  Diskominfo Batanghari Apresiasi Atlit Wushu Raih 10 Mendali Di Ajang Porprov Jambi Ke-XXIII

Ia kemudian mengajukan dua pertanyaan kunci: bagaimana situs seperti Muaro Jambi dapat membantu membaca kembali posisi Indonesia dalam sejarah dan jejaring peradaban dunia, dan bagaimana warisan budaya dapat dikembangkan menjadi sumber pengetahuan, inovasi, serta kesejahteraan tanpa mengorbankan keaslian dan keberpihakan kepada masyarakat pemiliknya.

“Di tengah kompetisi pengetahuan dan teknologi digital global, bagaimana perguruan tinggi dan generasi muda Indonesia dapat hadir sebagai produsen gagasan dan pembentuk narasi, bukan follower, tapi pembentuk narasi dan penggerak masa depan kebudayaan dunia,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan RI atas perhatian terhadap Jambi. Ia menyebut Jambi memiliki kekayaan budaya yang luar biasa.

BACA JUGA :  Gubernur Al Haris Temui Menteri PU, Dorong Pembangunan Infrastruktur di Jambi

“Kami di Provinsi Jambi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan. Kampus seperti UNJA ini adalah rumah besar untuk melahirkan pemikir-pemikir budaya yang akan membawa Jambi ke kancah nasional bahkan internasional,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris berharap kuliah umum ini dapat memantik semangat mahasiswa UNJA untuk lebih mencintai budaya lokal, sekaligus menjadikannya sebagai sumber inovasi dan ekonomi kreatif.

“Anak muda Jambi harus bangga dengan budayanya sendiri. Jangan sampai kita kalah dengan daerah lain dalam mempromosikan budaya. Budaya itu bisa menjadi energi pembangunan,” pungkasnya.

Kuliah umum ini dihadiri oleh Rektor UNJA, Wakil Rektor, jajaran OPD lingkup Pemprov Jambi, para dekan, dosen, serta ratusan mahasiswa. Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari para mahasiswa.

Berita Terkait

Malam Penuh Kekhusyukan: Bupati Fadhil Arief Hadiri Renungan Suci di TMP Sridadi
Khidmat di Bawah Terik Matahari, Pemkab Batanghari Sukses Gelar Upacara Pengibaran Bendera HUT RI ke-81
Sikapi Geng Motor, Pemkab Batanghari Gelar Rakor
Gubernur Al Haris: Museum Sriwijaya Dharmakirti Rekam Jejak Peradaban Masa Lalu Provinsi Jambi Secara Utuh
Kolaborasi Genting dan Pelayanan KB, Fadhil Audiensi Bersama BKKBN Jambi
Bupati Fadhil Lantik PAW dan PJ Kades
Sekda Buka Kegiatan Sosialisasi KIE
Gubernur Al Haris Buka MPLS SRT 1 Tanjabtim
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:49

Kabut Asap Meluas: Suban Dekati Zona Berbahaya, Pelabuhan Dagang Resmi Masuk Tidak Sehat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:43

Klinik Keluarga Bertuah Hadirkan Layanan Kesehatan Lengkap & Perawatan Kecantikan Terkini di Tungkal Ulu

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:37

PLN ULP Kuala Tungkal Hadirkan Promo Tambah Daya Diskon 50%, Berlaku Hingga 31 Agustus 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:04

Kualitas Udara Tanjab barat Sudah Berbahaya, SMK Negeri Libur Tapi SD Tetap Sekolah – Warga : Anak Kecil Justru Lebih Rentan!

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:33

BMKG Catat 134 Titik Hotspot se-Jambi, Kabut Asap Tebal Selimuti Tungkal Ulu-Batang Asam

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:35

Kualitas Udara Pelabuhan Dagang Sekitar Masih di Ambang Tidak Sehat

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:43

50 Titik Hotspot Terdeteksi di Tanjung Jabung Barat, Potensi Kebakaran SANGAT MUDAH

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:48

Kabut Asap Selimuti Kuala Tungkal, Bupati Anwar Sadat Turun Langsung Bagikan Masker Demi Lindungi Kesehatan Warga

Berita Terbaru