Legenda Manusia Naga di Jambi, Serpihan Sisik yang Menyimpan Kisah Ratusan Tahun

Avatar

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 21:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJUNG JABUNG BARAT – Di tengah keindahan alam Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, tersimpan sebuah legenda yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Kisah tentang manusia yang berubah menjadi naga. Kisah ini bukan sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan bagian dari sejarah desa yang masih hidup dalam ingatan masyarakat.

Agus Mardi (51), seorang warga Desa Lubuk Bernai, yang kini memegang amanah untuk menjaga serpihan sisik naga. Ia merupakan keturunan ke-8 dari tokoh utama dalam legenda ini. Menurutnya, sisik naga ini adalah bukti nyata dari peristiwa yang terjadi pada masa lalu, tepatnya pada awal pembukaan Desa Lubuk Bernai di era penjajahan Belanda.

BACA JUGA :  Akses Jalan SMK N 3 Tanjung Jabung Barat Mirip Kolam Pemancingan, Wakil Rakyat dan Pemda Dituding Abaikan Keluhan Masyarakat

“Ini sisik dari tempurung lutut, dan ini pun sudah tinggal serpihan. Dulunya sebesar piring,” ujar Agus Mardi, Pada Jumat (24/10/2025) menunjukkan serpihan sisik yang ia simpan dengan hati-hati. Sebagai anak lelaki sulung dari lima bersaudara, ia merasa bertanggung jawab untuk menjaga warisan berharga ini.

Kisah ini bermula ketika dua saudara perempuan mencari ikan di Sungai Asam dengan menggunakan tangguk. Di tengah kesibukan mereka menangkap ikan dan udang, salah seorang dari mereka menemukan sebutir telur di tepi sungai. Telur itu kemudian dibawa pulang dan direbus di pondok mereka.

“Kakaknya berkata kalau telur itu tidak boleh adiknya makan karena kalau dimakan telur itu akan merubah wujud,” cerita seorang tokoh adat setempat. Namun, gurauan itu justru menjadi kenyataan.

BACA JUGA :  Dugaan Penyelewengan Dana Desa Kemang Manis, Proyek Talud Jalan dan Ketiadaan Papan Infografik di Depan Kantor Desa Jadi Sorotan

Setelah memakan telur itu, sang kakak merasakan kehausan yang luar biasa. Meskipun telah meminum seluruh air yang ada di pondok mereka, rasa hausnya tak kunjung hilang. Ia kemudian meminta adiknya untuk membawanya ke tepi Sungai Asam. Di sanalah, di tepi sungai yang tenang, perubahan wujud itu terjadi secara perlahan.

Saimah, seorang warga setempat, mengaku sering mendengar cerita ini dari orang tuanya. “Dulu bapak sering menceritakan itu ke kami,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa dulu ada sebuah batu berbentuk segi empat seperti bantal di Tanjung Genting yang diyakini sebagai bekas tempat berbaring sang naga. Namun, batu itu kini telah hilang karena longsor.

BACA JUGA :  Tidak Selang Berapa Lama Camat Ini Pindah Lagi.

Selain itu Saimah mengaku pernah melihat bekas berseluncur nya naga. Hal itu diyakini saat naga turun ke sungai dari tepian hingga tanah membekas

Sebelum berubah wujud, sang kakak mencabut satu sisik di bagian lututnya dan memberikannya kepada adiknya. “Aku akan pergi ke lautan luas,” ujarnya sebelum menghilang di Sungai Asam.

Serpihan sisik yang kini disimpan oleh Agus Mardi menjadi saksi bisu dari legenda yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Desa Lubuk Bernai. Kisah ini terus diceritakan dari generasi ke generasi, mengingatkan masyarakat akan kekuatan alam, misteri kehidupan, dan pentingnya menjaga warisan budaya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Tanjabbar Lantik Puluhan Pejabat Eselon: Optimalkan Kinerja dan Pelayanan Publik!
Tok-Tok! AT Didenda Kambing, Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Ponpes Sholeh Al-Mubarok dan MWC NU Tungkal Ulu
Dugaan Mark Up Anggaran DAU Kelurahan Rantau Badak: Camat Akui Beri Teguran Berulang Kali
Polres Tanjab Barat Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Sabu, Seorang Pengedar Dibekuk!
Banjir Rob Lumpuhkan Kuala Tungkal: Kapolres Pimpin Evakuasi, Akses ke Pelabuhan Roro Terputus
PLT Lurah Rantau Badak Ancam Wartawan Saat Dikritik Soal Dugaan Mark Up Proyek Jalan Beton
Polres Tanjab Barat Gagalkan Peredaran Narkoba di Pasar Merlung, Dua Pelaku Diamankan
Dramatis! Polsek Tungkal Ulu Tangkap Komplotan Curanmor, Satu Pelaku Diciduk Saat Numpang Makan!
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:56

Bupati Tanjabbar Lantik Puluhan Pejabat Eselon: Optimalkan Kinerja dan Pelayanan Publik!

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:35

Polres Tanjab Barat Perbaiki Jembatan Rusak, Akses Pendidikan dan Pertanian Warga Kembali Lancar

Selasa, 9 Desember 2025 - 13:16

Tok-Tok! AT Didenda Kambing, Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Ponpes Sholeh Al-Mubarok dan MWC NU Tungkal Ulu

Selasa, 9 Desember 2025 - 12:22

Hasifni Alias Abun Terpilih Jadi Kades Merlung Melalui PAW

Senin, 8 Desember 2025 - 11:26

Dugaan Mark Up Anggaran DAU Kelurahan Rantau Badak: Camat Akui Beri Teguran Berulang Kali

Minggu, 7 Desember 2025 - 13:26

Peduli Lingkungan, Wabub Tanjab Barat dan LKBN Antara Tanam Ratusan Mangrove di Tungkal Ilir

Sabtu, 6 Desember 2025 - 19:24

Polres Tanjab Barat Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Sabu, Seorang Pengedar Dibekuk!

Sabtu, 6 Desember 2025 - 19:05

Banjir Rob Lumpuhkan Kuala Tungkal: Kapolres Pimpin Evakuasi, Akses ke Pelabuhan Roro Terputus

Berita Terbaru