TANJAB BARAT – Kondisi BUMDesa Lampisi di Kecamatan Renah Mandaluh menuai tanda tanya serius. Setelah diakui Ketuanya mandek tanpa hasil, bahkan uang sewa alat berat tidak pernah diterima, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tanjab Barat menyatakan akan turun langsung melakukan klarifikasi.
Ketua BUMDesa Lampisi, Agus Rusmin, mengakui kondisi lembaganya fakum. Menurutnya, ekskavator milik BUMDesa sempat sering rusak, namun setelah diperbaiki kini disewakan kepada warga bernama Narko. Anehnya, hingga saat ini serupiah pun uang sewanya belum pernah masuk ke kas.
“Saya pusing mengurusnya, tidak ada hasil sama sekali. Karena kondisi seperti ini, saya berniat mengundurkan diri dari jabatan Ketua BUMDesa,” keluh Agus Rusmin lewat pesan WhatsApp.
Merespons kekacauan ini, Kepala Dinas PMD M. Nasir angkat bicara. Ia menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan masalah ini berlarut-larut tanpa kejelasan.
“Kami akan segera turun langsung ke Desa Lampisi untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi menyeluruh. Kami juga akan mengingatkan pengurus agar mengelola usaha secara transparan, akuntabel, dan sepenuhnya mematuhi aturan yang berlaku,” tegas M. Nasir, Rabu (3/6/2026).
Langkah ini dinanti warga, mengingat munculnya pertanyaan besar: ke mana perginya pendapatan aset desa yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan warga?
Pewarta : Jangcik







