Dana Desa Rawa Medang Disorot! Rp 134 Juta Diduga Fiktif, Guru Ngaji Dikabarkan Tak Dibayar 3 Tahun

Avatar

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 20:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJAB BARAT – Pengelolaan keuangan Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam, kini menjadi sorotan tajam dan pusat kemarahan publik. Dugaan penyimpangan anggaran yang masif terungkap, mulai dari anggaran staf yang diduga fiktif bernilai fantastis hingga hak guru ngaji yang menguap selama bertahun-tahun.

Yang semakin memperkuat dugaan adanya upaya penutupan, upaya awak media untuk mencari kejelasan justru menemui jalan buntu. Kades menghilang, bendahara membisu, dan perangkat desa justru “melempar bola” meminta media mencari langsung ke rumah.

ANGKA FANTASTIS Rp 134 JUTA, DIDUGA FIKTIF!

Berdasarkan informasi yang dihimpun, total anggaran untuk gaji 4 orang staf selama 4 tahun mencapai angka Rp 134.400.000. Jumlah fantastis ini diduga kuat mengandung unsur fiktif dan tidak sesuai dengan realitas kerja serta kehadiran di lapangan.

BACA JUGA :  Belum Ada Titik Terang Kasus Mayat Bocah Ditemukan Dalam Septic Tank

MASYARAKAT DIKOER, SISA DANA TERSIMPAN Rp 20 JUTA!

Ironisnya, meski anggaran melimpah, untuk kegiatan Karang Taruna pihak desa masih berani melakukan pungutan atau iuran langsung dari warga. Padahal dikabarkan, anggaran tersebut justru masih tersisa sekitar Rp 20.000.000.

Untuk apa memeras rakyat jika kas masih penuh? Kemana sisa dana tersebut disimpan?

DERITA GURU NGAJI, 3 TAHUN TIDAK DIBAYAR!

Fakta paling memilukan, insentif guru ngaji selama 3 tahun berturut-turut tidak pernah diserahkan. Padahal setiap tahun anggaran sebesar Rp 8.600.000 sudah pasti dicairkan. Uang hak para pendidik agama ini lenyap begitu saja tanpa kejelasan.

“Anggaran staf 4 orang selama 4 tahun ini totalnya anggaran Rp ” 134.400.000 dan untuk anggaran Karang Taruna yang masih di punggut dari masyarakat sedangkan anggaran tersebut sudah ada dan tidak harus di pungut dari masyarakat anggaran tersebut masih sisa separuhnya yaitu Rp 20.000.000″ Ungkap Sumber

BACA JUGA :  Ikut Lepas Arakan Sahur, Ketua DPRD Sebut Arakan Sahur Merupakan Event Terbaik Se-Nusantara

Lanjut sumber “Anggaran guru ngaji selama 3 tahun terakhir tidak pernah diberikan yang mana anggaran tersebut pertahunnya Rp 8.600.000 dan masih banyak kegiatan yang lainnya” Tambah sumber menjelaskan

LIPUTAN LANGSUNG: KADES HILANG, PERANGKAT LEMPAR TIDAK TAU

Untuk mencari kebenaran, awak media mengkonfirmasi langsung dengan mendatangi Kantor Desa Rawa Medang pada Senin siang, sekitar pukul 11.00 WIB (4/5/2026).

Namun kedatangan media tidak disambut baik dengan adanya penjelasan. Salah satu perangkat desa yang ditemui mengaku bahwa Kades tidak berada di tempat.

“Pak Kades belum masuk,” ujar salah satu perangkat dengan singkat.

Ketika awak media mencoba meminta penjelasan terkait dugaan penyimpangan anggaran tersebut, perangkat desa justru dengan tegas menolak memberikan konfirmasi dan malah menyuruh media menemui Kades langsung ke tempat tinggalnya.

BACA JUGA :  Wabub Katamso Hadiri Pengukuhan Profesor Putra Asal Tanjab Barat di Universitas Riau

“Kami tidak bisa untuk dipinta konfirmasi, coba langsung sama Pak Kades, mungkin beliau di rumahnya,” katanya salah satu perangkat desa

BENDAHARA BUNGKAM, KADES TAK BISA DIHUBUNGI

Selain tidak ditemui di kantor, upaya menghubungi Kades via telepon maupun pesan juga tidak membuahkan hasil. Sementara itu, konfirmasi yang dikirimkan kepada Ibu Endang Kaswaty selaku Bendahara Desa juga sama sekali tidak dijawab, seolah pesan hilang ditelan ruang angkasa.

Sikap diam dan menghindar ini semakin memperkuat keyakinan publik bahwa ada kebenaran besar yang sedang ditutup-tutupi.

Tanggapan kepala Desa akan disajikan pada edisi mendatang

Berita Terkait

Waspada! Dua Pengendara Motor Diduga Coba Lakukan Aksi Jambret di Wilayah Tungkal Ulu
BUMDes Badang Sepakat Jual Elpiji di Atas HET, Pangkalan Atas Nama Anak Pengelola, Tak Transparan
DPRD Batang Hari Gelar Rapat Badan Kehormatan, Laksanakan Sidang Kode Etik Demi Tegakkan Kehormatan Lembaga
Warga Desa Sungai Buluh Unjuk Rasa di DPRD Batang Hari, Tuntut PT JDR Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
DPRD Batang Hari Sambut Kunjungan Kerja DPRD Kapuas, Pererat Kerja Sama dan Bertukar Pengalaman
Komisi I dan II DPRD Batang Hari Gelar RDP, Pendalaman Pembahasan LKPJ Tahun Anggaran 2025
DPRD Batang Hari Gelar Rapat Gabungan, Pastikan THR dan Gaji Perangkat Desa Cair Tepat Waktu
DPRD Batang Hari Gelar RDP Lintas Komisi, Bahas Skema dan Kepastian Gaji Perangkat Desa
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:09

Waspada! Dua Pengendara Motor Diduga Coba Lakukan Aksi Jambret di Wilayah Tungkal Ulu

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:53

BUMDes Badang Sepakat Jual Elpiji di Atas HET, Pangkalan Atas Nama Anak Pengelola, Tak Transparan

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:44

DPRD Batang Hari Gelar Rapat Badan Kehormatan, Laksanakan Sidang Kode Etik Demi Tegakkan Kehormatan Lembaga

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:42

Warga Desa Sungai Buluh Unjuk Rasa di DPRD Batang Hari, Tuntut PT JDR Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:40

DPRD Batang Hari Sambut Kunjungan Kerja DPRD Kapuas, Pererat Kerja Sama dan Bertukar Pengalaman

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:35

DPRD Batang Hari Gelar Rapat Gabungan, Pastikan THR dan Gaji Perangkat Desa Cair Tepat Waktu

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:32

DPRD Batang Hari Gelar RDP Lintas Komisi, Bahas Skema dan Kepastian Gaji Perangkat Desa

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:29

DPRD Batang Hari Gelar Paripurna, Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025

Berita Terbaru