TANJAB BARAT – Pengelolaan keuangan Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam, kini menjadi sorotan tajam dan pusat kemarahan publik. Dugaan penyimpangan anggaran yang masif terungkap, mulai dari anggaran staf yang diduga fiktif bernilai fantastis hingga hak guru ngaji yang menguap selama bertahun-tahun.
Yang semakin memperkuat dugaan adanya upaya penutupan, upaya awak media untuk mencari kejelasan justru menemui jalan buntu. Kades menghilang, bendahara membisu, dan perangkat desa justru “melempar bola” meminta media mencari langsung ke rumah.
ANGKA FANTASTIS Rp 134 JUTA, DIDUGA FIKTIF!
Berdasarkan informasi yang dihimpun, total anggaran untuk gaji 4 orang staf selama 4 tahun mencapai angka Rp 134.400.000. Jumlah fantastis ini diduga kuat mengandung unsur fiktif dan tidak sesuai dengan realitas kerja serta kehadiran di lapangan.
MASYARAKAT DIKOER, SISA DANA TERSIMPAN Rp 20 JUTA!
Ironisnya, meski anggaran melimpah, untuk kegiatan Karang Taruna pihak desa masih berani melakukan pungutan atau iuran langsung dari warga. Padahal dikabarkan, anggaran tersebut justru masih tersisa sekitar Rp 20.000.000.
Untuk apa memeras rakyat jika kas masih penuh? Kemana sisa dana tersebut disimpan?
DERITA GURU NGAJI, 3 TAHUN TIDAK DIBAYAR!
Fakta paling memilukan, insentif guru ngaji selama 3 tahun berturut-turut tidak pernah diserahkan. Padahal setiap tahun anggaran sebesar Rp 8.600.000 sudah pasti dicairkan. Uang hak para pendidik agama ini lenyap begitu saja tanpa kejelasan.
“Anggaran staf 4 orang selama 4 tahun ini totalnya anggaran Rp ” 134.400.000 dan untuk anggaran Karang Taruna yang masih di punggut dari masyarakat sedangkan anggaran tersebut sudah ada dan tidak harus di pungut dari masyarakat anggaran tersebut masih sisa separuhnya yaitu Rp 20.000.000″ Ungkap Sumber
Lanjut sumber “Anggaran guru ngaji selama 3 tahun terakhir tidak pernah diberikan yang mana anggaran tersebut pertahunnya Rp 8.600.000 dan masih banyak kegiatan yang lainnya” Tambah sumber menjelaskan
LIPUTAN LANGSUNG: KADES HILANG, PERANGKAT LEMPAR TIDAK TAU
Untuk mencari kebenaran, awak media mengkonfirmasi langsung dengan mendatangi Kantor Desa Rawa Medang pada Senin siang, sekitar pukul 11.00 WIB (4/5/2026).
Namun kedatangan media tidak disambut baik dengan adanya penjelasan. Salah satu perangkat desa yang ditemui mengaku bahwa Kades tidak berada di tempat.
“Pak Kades belum masuk,” ujar salah satu perangkat dengan singkat.
Ketika awak media mencoba meminta penjelasan terkait dugaan penyimpangan anggaran tersebut, perangkat desa justru dengan tegas menolak memberikan konfirmasi dan malah menyuruh media menemui Kades langsung ke tempat tinggalnya.
“Kami tidak bisa untuk dipinta konfirmasi, coba langsung sama Pak Kades, mungkin beliau di rumahnya,” katanya salah satu perangkat desa
BENDAHARA BUNGKAM, KADES TAK BISA DIHUBUNGI
Selain tidak ditemui di kantor, upaya menghubungi Kades via telepon maupun pesan juga tidak membuahkan hasil. Sementara itu, konfirmasi yang dikirimkan kepada Ibu Endang Kaswaty selaku Bendahara Desa juga sama sekali tidak dijawab, seolah pesan hilang ditelan ruang angkasa.
Sikap diam dan menghindar ini semakin memperkuat keyakinan publik bahwa ada kebenaran besar yang sedang ditutup-tutupi.
Tanggapan kepala Desa akan disajikan pada edisi mendatang







