TANJAB BARAT, – Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., kembali turun langsung ke lokasi kebakaran di Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Senin (04/05/2026), guna menyalurkan bantuan sekaligus memastikan penanganan pascakebakaran berjalan optimal.
Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran besar yang terjadi pada Jumat sore, 1 Mei lalu. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 81 kepala keluarga (KK) atau 262 jiwa terdampak, dengan kerusakan yang cukup signifikan.
Data yang dihimpun menunjukkan sebanyak 86 rumah hangus terbakar, sementara 11 rumah lainnya mengalami kerusakan dengan kategori 2 unit rusak berat, 5 rusak sedang, dan 4 rusak ringan. Secara keseluruhan, total 97 rumah terdampak akibat kebakaran tersebut.
Tidak hanya itu, musibah ini juga menyasar kelompok rentan. Tercatat 16 anak usia SD/Madrasah, 11 pelajar SLTP, dan 6 pelajar SLTA turut terdampak, serta satu ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus.
Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa pemerintah daerah terus bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan serta mengoordinasikan berbagai pihak agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan merata.
“Kami kembali turun ke lapangan untuk mengoordinasikan seluruh bantuan yang telah disalurkan agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Sejak kejadian, bantuan terus mengalir dari berbagai unsur, mulai dari dinas sosial, organisasi kemasyarakatan, pihak perbankan, hingga masyarakat umum yang menunjukkan solidaritas tinggi.
Saat ini, sebagian besar korban masih mengungsi di rumah keluarga dan kerabat. Sementara itu, satu keluarga yang tidak memiliki tempat tinggal sementara telah difasilitasi untuk menempati bangunan puskesmas lama.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian warga yang dengan sukarela membantu para korban.
“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah menunjukkan solidaritas dengan menampung saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ungkapnya.
Seiring berakhirnya masa tanggap darurat, operasional dapur umum resmi dihentikan. Meski demikian, bantuan logistik seperti makanan, beras, dan pakaian masih terus disalurkan dan dinilai mencukupi kebutuhan para korban.
Pemerintah daerah juga menegaskan akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem penanganan bencana guna meningkatkan kecepatan dan efektivitas respons di masa mendatang.
Di tengah kondisi cuaca panas ekstrem dan musim kemarau panjang, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati serta bijak dalam penggunaan air, mengingat potensi kekeringan di musim kemarau yang cukup panjang,” tutup Bupati.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah dan perwakilan instansi terkait, di antaranya Plt. Kepala Dinas Sosial, Kepala BPBD, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Dukcapil, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, perwakilan perbankan, Camat Pengabuan, Lurah Teluk Nilau, serta masyarakat setempat.







