TANJAB BARAT – Perusahaan Air Minum (PAM) sepenuhnya terputus selama tujuh hari telah membuat ribuan warga Kelurahan Pelabuhan Dagang, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat terpuruk, namun respon otoritas masih terasa lamban dan tidak jelas.
Keluhan meluap karena kehabisan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sementara pihak yang berwenang tampak membisu.
Warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit untuk membeli air dari penjual air kemasan atau mobil tangki. Beberapa yang tidak mampu harus pergi ke sumber air subgai Pengabuan.
“Sudah ada seminggu tapi belum ada solusi pasti. Anak-anak saya sulit mandi,” ujar seorang warga, ke awak media. Pada Ahad (26/10/2025)
Sampai saat ini, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanjung Jabung Barat belum memberikan pernyataan resmi tentang penyebab padam PAM dan jadwal pemulihannya.
Warga meminta otoritas segera mengambil tindakan darurat, seperti menyediakan air bersih gratis dan memperbaiki jaringan PAM yang rusak.
Menurut data yang kami peroleh, masalah air bersih di wilayah Tungkal Ulu sudah tidak baru. Sejak beberapa tahun terakhir, warga di sini sering menghadapi kekurangan air bersih akibat berbagai faktor, termasuk kerusakan jaringan PAM dan kurangnya perawatan yang memadai.
Warga mengkhawatirkan bahwa jika masalah ini tidak segera diatasi, akan berdampak buruk pada kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Mereka meminta pemerintah daerah untuk segera bertindak dan memberikan solusi jangka pendek serta jangka panjang untuk mengatasi masalah air bersih di wilayah ini.







