No Wartawan di Blokir! Kades Tanah Tumbuh Dicuriga Korupsi Warga Menuntut Audit Keuangan Desa

Avatar

- Redaksi

Kamis, 7 Agustus 2025 - 00:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJAB BARAT – Beberapa orang masyarakat Desa Tanah Tumbuh, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, suarakan keresahan tentang ketidak transparan kepala desa dalam mengelola keuangan desa.

Menurut sumber, keuangan desa diduga menjadi arena penyelewengan yang sangat memprihatinkan.

“Pengelolaan keuangan desa yang tidak transparan dan tidak melibatkan masyarakat serta perangkat desa dalam proses pengambilan keputusan telah memicu kecurigaan adanya itikad jahat dari Kepala Desa” ujar Sumber ke awak media. Pada Senin lalu

BACA JUGA :  50 Titik Hotspot Terdeteksi di Tanjung Jabung Barat, Potensi Kebakaran SANGAT MUDAH

Menurut sumber, dari sumber internal desa juga pernah mengatakan, bahwa terdapat mark up anggaran dalam penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya) untuk pembangunan desa.

“Barang-barang yang dibutuhkan dalam pembangunan tidak sesuai dengan realitas sebenarnya, sehingga mutu, kualitas, dan kuantitas barang yang digunakan jauh dari standar. Contohnya, jika RAB menyebutkan kebutuhan semen sebanyak 100 sak, namun yang digunakan hanya 60 sak. Selain itu, harga satuan barang yang tercantum dalam RAB juga terlalu tinggi dibandingkan dengan harga pasar” paparnya

BACA JUGA :  Wabup Bakhtiar Resmi Membuka Acara HUT ke-66 Kecamatan Mersam

Bahkan kami pernah mendengar Staf desa bercerita, katanya menambahkan, bahwa Kades memonopoli pengelolaan keuangan desa, termasuk penarikan uang di bank, belanja barang, dan pembayaran gaji pekerja. Hal ini membuat perangkat desa lainnya tidak mengetahui detail keuangan desa.

Warga dan tokoh masyarakat Desa Tanah Tumbuh menuntut agar aparat penegak hukum melakukan audit terhadap keuangan desa dan SPJ (Surat Pertanggungjawaban) yang telah dilaporkan. Mereka menduga bahwa laporan keuangan desa tidak sesuai dengan kenyataan dan terindikasi memperkaya diri sendiri.

BACA JUGA :  Bupati Tanjab Barat dan Istri Mempesona di Hari Adat Melayu Jambi ke-747

Sementara itu kades Efendi saat dikonfirmasi via WhatsApp tidak menjawab pertanyaan awak media, malah kades memblokir no WhatsApp media ini.

Sikap kades memblokir nomor WhatsApp Jurnalis menimbulkan pertanyaan besar, apakah kepala desa bermaksud menghindar dari pertanyaan jurnalis? Atau ocehan warga benar-benar dilakukan oleh kepala desa sehingga kades tidak bisa menjawab pertanyaan jurnalis hingga mengambil keputusan dengan memblokir nomor WhatsApp Jurnalis ?

Berita Terkait

Diduga Kayu Ilegal Melintas Bebas di Kenali Asam Bawah, Dikawal Udin
Asap Pekat Selimuti Lubuk Bernai, Kebakaran Diduga di Kawasan PT RHM Ancam Kesehatan Warga
Bumdesma Astan Jaya, Mitra BPJS ketenagakerjaan Tanjab Barat, Salurkan Santunan Jaminan Kematian RP42 Juta untuk Mustapa
Resmi Menjabat, Kasus Kematian Sifa Jadi PR Besar Kapolres Batanghari yang Baru
Tim Karhutla Polsek Tungkal Ulu Lakukan Groundcheck Hotspot di Desa Suban Batang Asam
Diduga Tanpa RKAB, Aktivitas Tambang ‘Pengusaha Lokal’ di Batanghari Ditengarai ‘NEMPEL’ AMDAL Perusahan Lain
Dugaan Pemalsuan Surat Tanah, DPD Gerak Indonesia Jambi Firmansyah Desak Polda Jambi Usut Tuntas
Kebakaran Lahan Sawit di Pematang Pauh, Anggota Polsek Tungkal Ulu Bergerak Bantu Padamkan Api
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 15:40

Diduga Kayu Ilegal Melintas Bebas di Kenali Asam Bawah, Dikawal Udin

Jumat, 18 September 2026 - 20:49

Asap Pekat Selimuti Lubuk Bernai, Kebakaran Diduga di Kawasan PT RHM Ancam Kesehatan Warga

Jumat, 18 September 2026 - 13:36

Bumdesma Astan Jaya, Mitra BPJS ketenagakerjaan Tanjab Barat, Salurkan Santunan Jaminan Kematian RP42 Juta untuk Mustapa

Jumat, 11 September 2026 - 07:38

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah, DPD Gerak Indonesia Jambi Firmansyah Desak Polda Jambi Usut Tuntas

Kamis, 10 September 2026 - 19:44

Kebakaran Lahan Sawit di Pematang Pauh, Anggota Polsek Tungkal Ulu Bergerak Bantu Padamkan Api

Selasa, 8 September 2026 - 16:33

Ambil Air untuk Waterbombing, Helikopter Diduga Milik PT RHM Rusak Puluhan Pokok Sawit Warga di Batang Asam

Senin, 7 September 2026 - 23:23

Hadapi Puncak Karhutla, Gubernur Jambi Tekan Peran Pemegang HGU

Senin, 7 September 2026 - 10:47

Diduga Angkutan Minyak Ilegal Dikawal Suwardi, Sopir Akui Ada Pengawalan

Berita Terbaru