Kuliah Umum di UNJA, Gubernur Al Haris Ajak Mahasiswa Jadi Agen Pencegah Karhutla

Avatar

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris mengajak mahasiswa Universitas Jambi ikut terlibat aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, khususnya pada ekosistem gambut di Provinsi Jambi.

Itu disampaikan Al Haris saat menjadi pemateri dalam kuliah umum bertema antisipasi dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan pada ekosistem gambut di Provinsi Jambi. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Unifac Universitas Jambi, Rabu (10/6/2026).

Kuliah umum tersebut dibuka langsung oleh Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H. Selain Gubernur Jambi Al Haris, kegiatan ini juga menghadirkan Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin sebagai pemateri.

Al Haris mengatakan pencegahan karhutla selama ini kerap dianggap hanya menjadi tugas Satgas Karhutla, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Padahal, menurutnya, mahasiswa juga memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Selama ini kita merasakan agenda pencegahan karhutla seolah-olah hanya dilakukan oleh pihak tertentu. Padahal ada anak-anak kita, para mahasiswa, yang juga terlibat langsung di masyarakat,” kata Al Haris.

Al Haris menyebut mahasiswa UNJA memiliki potensi besar untuk ikut mengedukasi masyarakat. Terlebih banyak mahasiswa yang turun ke desa melalui program KKN, praktik lapangan, maupun kembali ke kampung halaman masing-masing.

BACA JUGA :  Pemkab Batang Hari Terima Bantuan Beras Untuk Bayi 2 Tahun Stunting

Menurutnya, upaya pencegahan karhutla tidak cukup hanya dilakukan dengan kesiapan petugas di lapangan. Edukasi kepada masyarakat justru menjadi langkah penting agar kebakaran dapat dicegah sejak awal.

“Yang paling susah itu mengajak masyarakat sadar tentang bahaya kebakaran hutan. Masih banyak yang belum sadar dampak ekologis luar biasa dari karhutla,” ujarnya.

Al Haris menjelaskan, karhutla membawa dampak luas bagi kehidupan masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat mengganggu kesehatan, menyebabkan ISPA, menghambat aktivitas sekolah, hingga mengganggu transportasi.

“Bayangkan dulu tiga bulan bandara kita tidak aktif waktu 2015 dan 2019. Belum lagi kesehatan masyarakat terganggu, sekolah dihentikan sementara, dan transportasi terganggu,” katanya.

Al Haris juga menyoroti pentingnya pemahaman tentang gambut. Menurutnya, lahan gambut sering kali dianggap tidak memiliki manfaat, padahal gambut memiliki peran besar sebagai penyimpan karbon dan penyangga ekosistem.

Gubernur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya telah meluncurkan modul pembelajaran tentang hutan gambut untuk siswa SMA dan SMK. Modul itu disebut sebagai bagian dari upaya menanamkan pemahaman tentang pentingnya gambut sejak dini.

BACA JUGA :  Bupati MFA Hadiri Pemberian Pengurangan Masa Pidana di LPKA

“Kenapa gambut penting? Karena mereka penyumbang karbon untuk kita semua. Maka pemahaman tentang gambut harus dimiliki juga oleh anak-anak sekolah,” jelasnya.

Al Haris berharap kuliah umum ini menjadi langkah awal yang konkret untuk menyatukan persepsi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mencegah karhutla di Jambi.

Ia menegaskan, pencegahan jauh lebih baik dibandingkan penanganan saat api sudah membesar. Sebab, memadamkan api di kawasan gambut bukan pekerjaan mudah karena titik api bisa berada jauh di dalam hutan dan sulit dijangkau.

“Kalau sudah terjadi kebakaran, luar biasa sulit memulihkannya. Kadang-kadang berhari-hari api di gambut baru bisa dipadamkan. Jangkauannya jauh, SDM terbatas, alat juga terbatas,” ujar Al Haris.

Meski begitu, Al Haris menegaskan pemerintah tidak melarang masyarakat untuk bertani atau membuka lahan. Yang dilarang adalah membuka lahan dengan cara membakar.

Untuk itu, Pemprov Jambi memiliki program Pembukaan Lahan Tanpa Bakar atau PLTB. Melalui program ini, kelompok tani dapat mengajukan bantuan kepada pemerintah daerah untuk membuka lahan tanpa membakar.

BACA JUGA :  Sebanyak 78 Kepala Sekolah Dilantik Bupati MFA

“Pemerintah tidak melarang masyarakat bertanam. Yang tidak boleh itu membakar. Karena itu ada program PLTB, bahkan kita bantu juga bibit untuk petani,” katanya.

Usai memberikan materi, Al Haris kembali menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam gerakan pencegahan karhutla. Ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Jambi dan seluruh jajaran yang telah mengambil langkah konkret melalui kuliah umum tersebut.

Menurutnya, mahasiswa dapat menjadi jembatan edukasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan keterlibatan mahasiswa, sosialisasi bahaya karhutla bisa lebih luas dan lebih mudah diterima masyarakat.

“Mahasiswa ini banyak yang KKN ke desa-desa. Mereka bisa sosialisasi kepada masyarakat. Paling tidak di kampung halamannya, mereka mengerti arti penting mencegah kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya.

Al Haris berharap kegiatan ini melahirkan kesadaran bersama bahwa pencegahan karhutla bukan hanya tugas pemerintah, TNI, Polri, atau satgas, tetapi tanggung jawab semua pihak.

“Kita lebih memilih mencegah daripada bertindak ketika api sudah terjadi. Dengan sosialisasi yang masif dan keterlibatan mahasiswa, kita percaya pola mitigasi dan pencegahan di masyarakat akan semakin kuat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sikapi Geng Motor, Pemkab Batanghari Gelar Rakor
Gubernur Al Haris: Museum Sriwijaya Dharmakirti Rekam Jejak Peradaban Masa Lalu Provinsi Jambi Secara Utuh
Gubernur Al Haris Dampingi Menteri Kebudayaan RI Beri Kuliah Umum di UNJA
Kolaborasi Genting dan Pelayanan KB, Fadhil Audiensi Bersama BKKBN Jambi
Bupati Fadhil Lantik PAW dan PJ Kades
Sekda Buka Kegiatan Sosialisasi KIE
Gubernur Al Haris Buka MPLS SRT 1 Tanjabtim
Gubernur Al Haris Sambut Evaluasi SAKIP 2025, Dorong Pemerintahan Akuntabel dan Pelayanan Publik Berkualitas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:05

Gubernur Al Haris: Museum Sriwijaya Dharmakirti Rekam Jejak Peradaban Masa Lalu Provinsi Jambi Secara Utuh

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:00

Gubernur Al Haris Dampingi Menteri Kebudayaan RI Beri Kuliah Umum di UNJA

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:55

Kolaborasi Genting dan Pelayanan KB, Fadhil Audiensi Bersama BKKBN Jambi

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:30

Bupati Fadhil Lantik PAW dan PJ Kades

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:24

Sekda Buka Kegiatan Sosialisasi KIE

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:48

Gubernur Al Haris Buka MPLS SRT 1 Tanjabtim

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:42

Gubernur Al Haris Sambut Evaluasi SAKIP 2025, Dorong Pemerintahan Akuntabel dan Pelayanan Publik Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:06

Wabup Bakhtiar Hadiri Pekan Budaya Jambi Elok Nian

Berita Terbaru