JAMBI – Kejadian dugaan tindakan pelubangan pipa atau illegal tapping pada jalur pipa trunkline Pertamina EP Jambi di kawasan Kenali Asam, Kota Jambi, menjadi pengingat serius bagi seluruh pihak. Menyusul peristiwa ini, Pertamina EP Jambi mengimbau masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan, melakukan penggalian, maupun aktivitas lain di atas atau di sekitar jalur pipa migas tanpa izin dan koordinasi dengan pihak berwenang.
Anggota DPR RI Syarif Fasha yang meninjau lokasi kejadian Selasa (4/8) menegaskan risiko besar yang mengintai.
“Pipa migas bertekanan tinggi. Jika terjadi kebocoran dan memicu kebakaran, dampaknya tak hanya merugikan negara, tapi bisa memakan korban jiwa dan merusak lingkungan luas,” ujarnya.
Ia juga memuji kelincahan aparat kepolisian dalam menangani kasus ini dan meminta proses hukum berjalan tegas sebagai efek jera.
Senada disampaikan Kapolsek Kotabaru Kompol Helrawati Siregar. “Keamanan objek vital tak bisa disandarkan pada kepolisian atau perusahaan semata. Kami butuh mata dan telinga seluruh warga. Segera laporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jalur pipa, jangan menunggu musibah terjadi,” tegasnya.
Field Manager Pertamina EP Jambi Kurniawan Triyo Widodo menjelaskan kronologi penanganan. Pihaknya menerima laporan aliran minyak di saluran drainase Jalan Surya Darma Km 9, lalu segera turun ke lokasi. Ditemukan kerusakan pada pipa yang menyalurkan produksi dari MGS KAS ke MOS Tempino, diduga akibat ulah pihak tak bertanggung jawab.
Tim teknis segera menghentikan kebocoran dengan pemasangan repair clamp, sementara tim lingkungan melakukan pembersihan dan pemulihan area terdampak. Hingga kini tidak ada laporan korban jiwa, namun penyelidikan penyebab kerusakan masih berjalan bersama kepolisian.
Pertamina EP Jambi menegaskan infrastruktur migas adalah aset strategis negara.
Masyarakat diminta turut menjaganya, dan melaporkan setiap hal mencurigakan ke pihak berwenang demi keselamatan bersama serta kelangsungan pasokan energi nasional.







