Demokrasi Semu, Ketika Partai Politik Mengendalikan Kedaulatan Rakyat

Avatar

- Redaksi

Jumat, 3 Oktober 2025 - 21:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Arsyadul Anam

Sejak reformasi 1998, kita sering mendengar bahwa Indonesia adalah negara demokrasi, di mana kedaulatan ada di tangan rakyat. Namun, kenyataannya, kedaulatan rakyat sering kali hanya menjadi mitos. Demokrasi yang seharusnya melibatkan partisipasi luas, kini hanya berputar di kalangan partai politik. Ini adalah demokrasi semu: tampak megah di permukaan dengan pemilu dan jargon kedaulatan rakyat, tetapi rapuh di dalamnya karena keputusan penting negara ditentukan oleh segelintir elite.

Apa Itu Demokrasi Sejati?

Demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana rakyat memegang kekuasaan tertinggi. Prinsipnya adalah pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat. Demokrasi menekankan partisipasi warga negara, kesetaraan hak, serta penghormatan terhadap hukum dan kebebasan. Pembentukan undang-undang harus melibatkan masyarakat, memberikan mereka hak untuk memberikan masukan, kritik, dan usulan.

Indonesia menganut prinsip kedaulatan rakyat, di mana rakyat adalah sumber legitimasi kekuasaan. Proses pembuatan undang-undang harus mencerminkan aspirasi rakyat, karena hukum dibuat untuk masyarakat, bukan untuk penguasa.

BACA JUGA :  Peristiwa Bajubang Batanghari !! Banjir Bandang Tenggelamkan Rumah Warga.

Partai Politik: Antara Jembatan Aspirasi dan Gerbang Kekuasaan

Partai politik memiliki peran penting dalam demokrasi. Namun, partai sering kali lebih berfungsi sebagai “gerbang penguasa” daripada jembatan aspirasi rakyat. Calon presiden, kepala daerah, dan anggota DPR ditentukan oleh mekanisme internal partai yang elitis dan tertutup. Rakyat hanya bisa menerima pilihan yang sudah ditentukan.

Situasi ini merembes ke proses pembuatan hukum. Undang-undang seharusnya lahir dari kebutuhan rakyat, tetapi sering kali dibuat karena kepentingan partai dan kompromi politik. Contohnya adalah UU Cipta Kerja dan revisi UU KPK, yang disahkan meski ditolak oleh masyarakat.

Hukum di Indonesia tidak sepenuhnya lahir dari suara rakyat, tetapi lebih dari kesepakatan elite partai. Rapat dengar pendapat publik sering kali hanya formalitas. Padahal, inti demokrasi adalah partisipasi rakyat yang nyata.

BACA JUGA :  Aktivitas Ilegal Drilling Di Bajubang Menelan Korban Jiwa.

Partai Politik sebagai Pintu Tunggal

Sistem kita menempatkan partai politik sebagai pintu tunggal untuk semua. Jika pintu itu dikendalikan elite, rakyat otomatis tersisih. Hukum yang seharusnya menjadi manifestasi kedaulatan rakyat berubah menjadi alat legitimasi kekuasaan. Pertanyaan yang harus diajukan adalah: apakah hukum yang lahir hari ini benar-benar untuk rakyat, atau hanya untuk mereka yang berkuasa?

Siapa yang Mewakili Rakyat?

Anggota legislatif seharusnya mewakili rakyat, tetapi perekrutan legislator di Indonesia ditentukan oleh partai politik. Rakyat hanya diberi hak memilih, tetapi tidak punya hak mencalonkan siapa yang mereka kehendaki secara bebas.

DPR disebut sebagai “lembaga representasi rakyat”, tetapi mekanisme perekrutan anggotanya lebih mewakili kepentingan partai. Akibatnya, undang-undang cenderung lebih berpihak pada partai, kelompok pemodal, atau kepentingan pemerintah. Demokrasi yang seharusnya menghadirkan check and balance berubah menjadi perdagangan politik.

BACA JUGA :  Tidak diperhatikan dalam perekrutan PPPK 2022, Dua Guru Honorer di SDN 129/1 Mersam dirugikan.

Demokrasi di Persimpangan

Demokrasi Indonesia sedang berada di persimpangan. Apakah kita akan terus bertahan dalam demokrasi semu yang dikendalikan oleh partai politik, atau berani membuka jalan bagi rakyat untuk benar-benar berdaulat? Kedaulatan rakyat harus diwujudkan dalam setiap proses politik dan hukum. Tanpa reformasi radikal, demokrasi kita akan terus menjadi panggung sandiwara.

Jika hukum lahir tanpa suara rakyat, maka hukum itu hanyalah perjanjian antara elite, bukan perjanjian sosial bangsa. Demokrasi tanpa rakyat hanyalah kedok kekuasaan. Demokrasi tidak mati karena kudeta, tetapi mati pelan-pelan lewat tangan para wakil yang lebih setia pada partai ketimbang pada rakyat. Sampai kapan kita rela hidup dalam demokrasi yang hanya menjadi bayangan?

Berita Terkait

PLN ULP KUALA TUNGKAL Sampaikan Promo “Power Drive”, Diskon 50% Tambah Daya Hingga 7.700 VA
Geser Pola Kelola Sampah dari Sumber, Bupati Anwar Sadat Apresiasi Dukungan Pusat dan DPR RI
Mobil Travel Padang-Jambi Terjun ke Sungai Batanghari, Satu Penumpang Tewas
Semangat Tahun Ajaran Baru, PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya Hingga 50 Persen
PLN ULP Kuala Tungkal Jadwalkan Pemeliharaan Kelistrikan Demi Keandalan Layanan Masyarakat
Dorong UMKM Naik Kelas, SKK Migas – MontD’Or Oil Tungkal Ltd Fasilitasi Alat dan Bimtek Membatik Kader PKK Mengupeh
Peluang Emas di Gerbang Laut China, Mursyid Sonsang Sorot Peran Strategis Hainan FTP bagi Jambi
Semangat Kemerdekaan RI ke-81: PT DAS Gelar Turnamen Sepak Bola, Resmi Dibuka GM DAS Grup Candra Sihombing
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:24

PLN ULP KUALA TUNGKAL Sampaikan Promo “Power Drive”, Diskon 50% Tambah Daya Hingga 7.700 VA

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:00

Geser Pola Kelola Sampah dari Sumber, Bupati Anwar Sadat Apresiasi Dukungan Pusat dan DPR RI

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:27

Wabub Katamso Resmi Buka Training Center Kafilah MTQ, Matangkan Langkah Tanjab Barat Menuju Ajang Provinsi

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:20

Wakil Bupati Katamso Lantik 16 Pejabat Manajerial: Penyegaran Organisasi demi Pelayanan Lebih Optimal

Senin, 27 Juli 2026 - 21:22

Safari Jumat Kuala Dasal: Bupati Anwar Sadat Tekankan Persatuan, Serahkan Bantuan dan Tampung Aspirasi Warga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:43

Kapolda Jambi Sambangi FSO 115 di Selat Berhala, Tegaskan Dukungan Penuh Keamanan Operasional Hulu Migas

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:16

Dugaan Korupsi BUMDes Lampisi, Dana Alat Berat Dikabarkan Raib

Senin, 20 Juli 2026 - 22:11

Sinergi Kunci Keberhasilan, Bupati Anwar Sadat Tegaskan Kolaborasi Penuh Pemkab dan DPRD Sambut APBD 2027

Berita Terbaru