Monetisasi Gas Sengeti, Tonggak Baru Ketahanan Energi dan Investasi Jambi

Avatar

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Pertamina EP Jambi mencatatkan sejarah baru: keberhasilan memonetisasi gas bumi dari Lapangan Sengeti menjadi penjualan gas pertama dari wilayah operasi Jambi setelah hampir satu dekade. Langkah ini sekaligus membuka jalan optimalisasi potensi stranded gas yang selama ini belum termanfaatkan maksimal akibat keterbatasan pasar dan infrastruktur.

Lapangan Sengeti menyimpan cadangan gas sebesar 14,76 BSCF, dengan volume kontrak penjualan sekitar 13,4 BSCF yang akan disalurkan selama tujuh tahun ke depan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk ditetapkan sebagai pembeli gas setelah lolos seluruh tahapan evaluasi ketat. Secara bruto, nilai penjualan diprediksi mencapai sekitar Rp1,6 triliun sepanjang masa kontrak, yang akan berkontribusi nyata bagi negara dan daerah melalui mekanisme bagi hasil migas, pajak, serta ketentuan fiskal yang berlaku.

BACA JUGA :  Baru Dirazia, Sumur Minyak Ilegal di Senami Batanghari Terbakar Hebat

General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Mefredi, menilai pencapaian ini memiliki makna strategis ganda. Selain menghadirkan nilai ekonomi dari Lapangan Sengeti, proyek ini menjadi proyek percontohan pengembangan stranded gas di Jambi yang akan menjadi acuan bagi percepatan komersialisasi lapangan lain seperti Sungai Gelam, Puspa, Puspa Asri, Simpang Tuan, hingga Meruap.

“Seluruh proses mulai dari pematangan teknis, penyusunan skema komersialisasi, pemilihan pembeli, hingga pengajuan Penetapan Alokasi dan Harga Gas ke Menteri ESDM lewat SKK Migas, menjadi pembelajaran berharga untuk mempercepat pemanfaatan potensi gas yang selama ini belum tergarap,” ujar Mefredi.

BACA JUGA :  Anwar Sadat Bawa Pemkab Tanjab Barat Raih Penghargaan Bergengsi dari Ombudsman RI

Bagi Provinsi Jambi, proyek ini diharapkan membawa dampak luas: peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, serta tumbuhnya peluang usaha bagi UMKM di sekitar lokasi, baik tahap konstruksi maupun operasional. Pemerintah daerah juga terlibat aktif dalam hal perizinan, kesesuaian tata ruang, dan sinkronisasi dengan program pembangunan daerah.

“Keberhasilan Sengeti membuka ekosistem gas yang lebih luas di Jambi. Semakin banyak gas yang dikomersialkan, semakin besar peluang hadirnya industri berbasis gas dan infrastruktur energi yang memperkuat daya saing daerah,” tambah Senior Manager Commercial Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan, Rahmat Keslani.

Gas dari Sengeti nantinya akan dimanfaatkan PGN untuk memenuhi kebutuhan industri, pembangkit listrik di antaranya wilayah Batam, serta sektor strategis lain guna mendukung program swasembada energi nasional.

BACA JUGA :  LSM Petisi Menduga Pengunduran Dirut PDAM Tanjabbar Karna Segudang Masalah.

Kini Pertamina EP juga tengah mempercepat komersialisasi lapangan lain: Sungai Gelam menunggu penetapan alokasi harga dan izin prinsip, Puspa dan Puspa Asri sedang diajukan permohonan ke Menteri ESDM, sedangkan Simpang Tuan masih dalam pematangan teknis dan keekonomian.

“Monetisasi Sengeti bukan sekadar keberhasilan bisnis, melainkan fondasi jangka panjang: mengoptimalkan sumber daya migas, mendorong ekonomi daerah, serta memperkokoh ketahanan energi Indonesia,” tegas Mefredi menutup.

Tentang Pertamina Hulu Rokan Zona 1
Bagian dari Regional 1 Subholding Upstream Pertamina, beroperasi di lima provinsi meliputi 14 kabupaten/kota di bawah pengawasan SKK Migas Sumbagut dan Sumbagsel.

Berita Terkait

Mursyid Yusmar Sonsang Ukir Prestasi Diplomasi Pers Internasional di Undangan ACJA Tiongkok
Bupati Anwar Sadat Tegaskan Komitmen Tuntaskan Temuan BPK Seiring Disahkannya Pertanggungjawaban APBD 2025
Paripurna DPRD Tanjab Barat Sahkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemkab Siap Tuntaskan Temuan BPK
Bupati Anwar Sadat Resmikan Posyandu 6 SPM, Ubah Jadi Pusat Layanan Terpadu di Tanjab Barat
Bupati Tanjab Barat Tinjau Dermaga Apung Ambruk, Janji Perbaikan Segera
PETI Menggurita di Sungai Buluh Sejak 1998, Penegakan Hukum Dipertanyakan
Lima Personel Polsek Tungkal Ulu Berhasil Naik Pangkat Periode Juli 2026
Firmansyah Ketua DPD GERAK INDONESIA Jambi Laporkan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan ke Polda Jambi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:16

Monetisasi Gas Sengeti, Tonggak Baru Ketahanan Energi dan Investasi Jambi

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:03

Mursyid Yusmar Sonsang Ukir Prestasi Diplomasi Pers Internasional di Undangan ACJA Tiongkok

Senin, 13 Juli 2026 - 23:30

Bupati Anwar Sadat Tegaskan Komitmen Tuntaskan Temuan BPK Seiring Disahkannya Pertanggungjawaban APBD 2025

Senin, 13 Juli 2026 - 23:25

Paripurna DPRD Tanjab Barat Sahkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemkab Siap Tuntaskan Temuan BPK

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:47

Bupati Anwar Sadat Resmikan Posyandu 6 SPM, Ubah Jadi Pusat Layanan Terpadu di Tanjab Barat

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:49

PETI Menggurita di Sungai Buluh Sejak 1998, Penegakan Hukum Dipertanyakan

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:02

Lima Personel Polsek Tungkal Ulu Berhasil Naik Pangkat Periode Juli 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:23

Firmansyah Ketua DPD GERAK INDONESIA Jambi Laporkan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan ke Polda Jambi

Berita Terbaru