Pemkab Tanjab Barat Gandeng Profesor UNJA, Matangkan Strategi Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Ilmiah

Avatar

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuala Tungkal,– Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) semakin serius memacu pertumbuhan ekonomi daerah dengan menggandeng kalangan akademisi. Hal itu ditandai melalui Forum Ekspose dan Analisis Ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dari perspektif akademik bersama para profesor Universitas Jambi (UNJA), yang digelar di Ruang Rapat Lantai III Bapperida, Rabu (21/012026).

Forum strategis ini dibuka langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., sebagai langkah memperkuat kebijakan pembangunan daerah berbasis kajian ilmiah dan evidence based policy.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah, para asisten, kepala OPD, camat se-Tanjab Barat, dosen dan mahasiswa IAI An-Nadwah Kuala Tungkal, serta sejumlah profesor dan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJA yang tergabung dalam Tim Ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi merupakan kebutuhan mendesak, terutama di tengah tantangan efisiensi anggaran dan tuntutan pembangunan yang harus berdampak langsung bagi masyarakat.

“Setiap kebijakan dan program pemerintah harus berbasis ilmu pengetahuan dan kajian akademik. Tanpa itu, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran dan tidak memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.

Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan Tanjung Jabung Barat periode 2026–2030, termasuk sebagai landasan penyusunan APBD murni dan APBD perubahan agar lebih terarah, tematik, dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  PJs Bupati Tanjab Barat Menghimbau di Masa Pilkada : Meski Beda Pilihan Tetap Jaga Kondusifitas Daerah

Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, hingga optimalisasi sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Bupati menilai posisi Tanjung Jabung Barat sangat strategis sebagai jalur distribusi hasil bumi, baik regional maupun internasional.

“Selama ini kita lebih banyak menjadi daerah lintasan. Ke depan, potensi lahan dan hasil produksi lokal harus dimaksimalkan agar nilai tambah ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat Tanjung Jabung Barat,” ujarnya.

Forum ini juga menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan (sustainable development) agar pertumbuhan ekonomi tidak bersifat sesaat, melainkan memberi efek domino jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah berharap rekomendasi akademik dari para profesor UNJA dapat memperkuat argumentasi dalam pembahasan anggaran bersama DPRD maupun pemerintah pusat.

“Dengan dasar ilmiah yang kuat, kebijakan dan anggaran yang kita usulkan akan lebih terukur, efektif, dan sulit dipatahkan,” kata Bupati.

Sementara itu, Prof. Dr. Drs. Zulgani, M.P., dalam paparannya menyampaikan bahwa Tanjung Jabung Barat memiliki potensi besar sekaligus tantangan pembangunan yang kompleks. Ia menegaskan peran perguruan tinggi tidak boleh berhenti di ruang kelas, tetapi harus hadir langsung di tengah persoalan daerah.

BACA JUGA :  Wabub Katamso Jadi Narasumber Orientasi TP-PKK Tanjab Barat 2025-2030

Ia mengidentifikasi tiga tantangan utama pembangunan daerah, yakni lingkungan, ekonomi, dan teknologi.

Dari sisi lingkungan, tantangan mencakup deforestasi, pencemaran pesisir, serta emisi karbon akibat alih fungsi lahan. Dari aspek ekonomi, struktur perekonomian masih didominasi sektor primer dengan keterbatasan infrastruktur dan akses pasar. Sementara di bidang teknologi, masih terdapat kesenjangan dan rendahnya literasi digital.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Zulgani mendorong integrasi ekonomi hijau, digitalisasi, dan pembangunan berkelanjutan. Sejumlah program ekonomi hijau diusulkan, seperti rehabilitasi mangrove, pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan ekowisata, hingga penguatan bank sampah dengan dukungan APBD, APBN, investasi swasta, green bonds, dan CSR.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai rujukan utama dalam penyusunan APBD. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan penurunan kemiskinan dan pengangguran agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata.

“Tantangan terbesar Tanjung Jabung Barat adalah menurunkan kemiskinan dan pengangguran di tengah keterbatasan fiskal. Karena itu, pertumbuhan ekonomi harus inklusif dan tepat sasaran,” jelasnya.

Senada, Prof. Dr. Johanes Simatupang, S.E., M.Si., menyoroti pentingnya pendekatan mikro dalam pembangunan daerah, khususnya melalui pengelolaan wisata mangrove Pangkal Babu. Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis alam, namun masih menghadapi tantangan lingkungan dan lemahnya sinkronisasi kebijakan.

BACA JUGA :  Wabup Bakhtiar Resmi Tutup MTQ Ke-53 Tingkat Kecamatan Mersam di Tanjung Putra

Menurutnya, Pangkal Babu telah berkontribusi terhadap pendapatan daerah, meski masih terbatas. Namun kawasan ini rentan terdampak pasang laut yang merusak infrastruktur, sehingga diperlukan desain pembangunan yang adaptif dan ramah lingkungan.

Ia juga menyoroti lemahnya nilai tambah ekonomi akibat minimnya hilirisasi, sehingga banyak komoditas lokal dijual dalam bentuk mentah dan keuntungan justru dinikmati daerah lain. Selain itu, potensi tumpang tindih kewenangan dan perizinan dinilai perlu segera dibenahi melalui sinkronisasi regulasi dan sistem perizinan terpadu.

Sebagai rekomendasi, Tim Ekonomi FEB UNJA mendorong perencanaan pembangunan berbasis isu lokal, penguatan peran komunitas, pendidikan konservasi mangrove, serta aksi nyata yang implementatif dan realistis.

“Kuncinya adalah implementasi, bukan sekadar perencanaan di atas kertas. Libatkan komunitas lokal agar pembangunan benar-benar berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui forum ini, Pemkab Tanjung Jabung Barat optimistis kolaborasi dengan perguruan tinggi mampu melahirkan kebijakan pembangunan yang berbasis data, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Kades Fauzi Resmi Buka Pemdes Cup 2026, Semarak Kemerdekaan Lewat Sepak Bola
Didampingi Istri, Personel dan Staf Polsek Tungkal Ulu Rayakan Ulang Tahun Kapolsek AKP WINDY TRIAS KUMORO
Tegakkan Disiplin dan Kerapian, Kepsek Septa Diano Tetapkan Standar Potongan Rambut Siswa SMAN 9 Tanjab Barat
Delapan Unit Asrama Polisi Belakang Polda Jambi Ludes Dilalap Api
PLN ULP KUALA TUNGKAL Sampaikan Promo “Power Drive”, Diskon 50% Tambah Daya Hingga 7.700 VA
Geser Pola Kelola Sampah dari Sumber, Bupati Anwar Sadat Apresiasi Dukungan Pusat dan DPR RI
Wabub Katamso Resmi Buka Training Center Kafilah MTQ, Matangkan Langkah Tanjab Barat Menuju Ajang Provinsi
Wakil Bupati Katamso Lantik 16 Pejabat Manajerial: Penyegaran Organisasi demi Pelayanan Lebih Optimal
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:02

Sikapi Geng Motor, Pemkab Batanghari Gelar Rakor

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:55

Kolaborasi Genting dan Pelayanan KB, Fadhil Audiensi Bersama BKKBN Jambi

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:30

Bupati Fadhil Lantik PAW dan PJ Kades

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:06

Wabup Bakhtiar Hadiri Pekan Budaya Jambi Elok Nian

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:59

Bupati MFA Hadiri Penandatangan Nota Kesepakatan Bersama Ombudsman RI

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:12

Bupati Buka Kejurnas Pencak Silat Batanghari Super Tangguh

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:32

Bupati MFA Buka Acara Diseminasi PPID Sekabupaten Batanghari

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:22

Bupati MFA Hadiri Pemberian Pengurangan Masa Pidana di LPKA

Berita Terbaru

Advertorial

Sikapi Geng Motor, Pemkab Batanghari Gelar Rakor

Jumat, 31 Jul 2026 - 22:02

Advertorial

Bupati Fadhil Lantik PAW dan PJ Kades

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:30