Dinkes Kerinci Buka Pertemuan Publikasi Data Stunting Tahun 2022

Avatar

- Redaksi

Rabu, 23 November 2022 - 14:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Insprasijambi-kerinci.Pertemuan Publikasi Data Stunting Kabupaten Kerinci Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci dibuka oleh H. Ami Taher di Aula Baitul Husna Desa Baru Sungai Pengeh, Kecamatan Siulak, Selasa (22/11/2022).

 

Kegiatan dihadiri, Ketua TP. PKK Kab. Kerinci Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kerinci, Asisten Bidang Administrasi Umum, Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Kerinci, Kepala Dinas Kesehatan, beserta Kadis-kadis, Kasi dan undangan lainnya.

 

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci Badri Ahmad saat memberikan laporan pembukaan mengatakan tujuan dilaksanakan pertemuan ini untuk menginformasikan pengukuran data stunting hasil bulan penimbangan bulan Agustus sebagai dasar dalam penyusunan pendataan dan kebijakan oleh pengambilan keputusan, untuk intervensi stunting di Kabupaten Kerinci tahun 2022.

 

“Peserta yang mengikuti pertemuan ini berjumlah kurang lebih 100 orang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkungan Pemkab Kerinci, Lintas Program di Dinas Kesehatan, Lintas Sektor, Camat, Kepala Desa Lokus Stunting dan Kepala Pukesmas dan petugas Gizi serta Kader Pembangunan manusia di Desa Lokus Stunting,” tutup Sekdis.

 

Dalam Sambutannya, Wakil Bupati Kerinci H. Ami Taher mengatakan dalam beberapa tahun belakangan, Stunting menjadi perhatian besar pemerintah terutama karena hasil Riset Kesehatan dasar yang menunjukkan peningkatan prevalensi Stunting Nasional di Tahun 2020 tercepat sebesar 26.7%. Angka tersebut tetap masih tinggi jika mengacu pada standar yang ditetapkan oleh WHO,” ungkap Wabup Ami.

 

Lebuh lanjut, Wabup Ami juga menerangkan tingginya pemerintah, angka untuk Stunting Gencar Mendorong menangani Permasalahan ini, namun Pemerintah masih memiliki keterbatasan informasi sehingga perumusan kebijakan seringkali terkendala oleh keterbatasan informasi penetapan sasaran Program.

 

Perencanaan Pembangunan Nasional.

Adapun 8 Aksi tersebut terdiri dari :

 

Analisis situasi;

Rencana Kegiatan;

Rembuk Stunting;

Penerbitan perbup tentang peran desa;

Pembinaan kader pembangunan masyarakat;

Manajemen data Stunting;

Pengukuran dan Publikasi data Stunting;

Review kinerja.

Publikasi data Stunting ini diperoleh dari hasil pengukuran yang telah dilakukan petugas kesehatan bersama-sama dengan kader Posyandu dan kader pembangunan Manusia (KPM) serta Kader TPK (Tim Pendamping Keluarga) di seluruh Desa di Kabupaten Kerinci dan diinput melalui Aplikasi e-PPGBM (Elektronik pencatatan dan Pelaporan gizi berbasis Masyarakat). Kabupaten Kerinci dari tahun 2020 sampai dengan 2022 mendapat Apresiasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi yang telah melaksanakan Pengukuran pertumbuhan balita dan Menginput data EPPGBM.

BACA JUGA :  Disebut Terima Uang dari Caleg, Oknum Panwaslu : Jika Tidak Benar, Akan Saya Laporkan

 

Terkait seperti sama-sama diketahui bahwa pada sejak tahun 2019-2022 Kabupaten Kerinci telah menetapkan dari 287 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kerinci 49 Desa Lokus pencegahan dan delapan aksi penurunan sebagai komitmen bersama dalam melakukan percepatan penurunan Stunting, maka Pemerintah Kabupaten Kerinci melaksanakan pencegahan percepatan Stunting dan terintegrasi sesuai dengan petunjuk teknis pedoman pelaksanaan Intervensi penurunan Stunting terintegrasi kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh kementerian perencanaan dan pembangunan nasional.

 

Wakil Bupati Kerinci H. Ami Taher mengatakan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2019-2024 menerangkan, pemerintah berupaya menurunkan prevalensi Stunting pada balita setinggi-tingginya 14 persen pada tahun 2024, hal ini berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SGI) tahun 2021 prevalensi Stunting balita nasional saat ini masih tinggi, yaitu 24,24 persen atau kronis (batas kronis 20 persen).

 

“Kabupaten Kerinci menetapkan 1 desa lokus (lokasi fokus) stunting tahun 2022 ini, dan dari 10 desa lokus stunting ini di mana ada 3 desa sudah zero stunting pada tahun 2022,” ungkapnya.

 

Diakhir sambutan, Wakil Bupati H. Ami Taher berharap kepada Dinas-Dinas terkait sebagai penanggung jawab layanan agar melakukan integrasi program Stunting di tahun 2022 sesuai dengan hasil Publikasi data Stunting sehingga diperolehnya peningkatan efektivitas penentuan target layanan dan pengalokasian sumber daya serta mengajak komponen masyarakat untuk berpartisipasi dan penurunan Stunting di Kabupaten Kerinci.

 

Ditambahkannya, salah satu dari delapan aksi penurunan stunting terintegrasi yang dilaksanakan Kabupaten Kerinci adalah aksi ke tujuh, yaitu pengukuran dan publikasi data stunting.

 

Publikasi data stunting adalah upaya Kabupaten Kerinci untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan dan desa.

 

“Hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama penurunan stunting,” tutup Wabup.

 

Acara dilanjutkan persentase kasus stunted per kecamatan tahun 2022 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci.(NAZARDIN)

BACA JUGA :  SMAN 7 Batanghari Gelar Upacara HUT Provinsi Jambi ke 66

Dinkes Kerinci Buka Pertemuan Publikasi Data Stunting Tahun 2022.

 

Insprasijambi-kerinci.Pertemuan Publikasi Data Stunting Kabupaten Kerinci Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci dibuka oleh H. Ami Taher di Aula Baitul Husna Desa Baru Sungai Pengeh, Kecamatan Siulak, Selasa (22/11/2022).

Kegiatan dihadiri, Ketua TP. PKK Kab. Kerinci Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kerinci, Asisten Bidang Administrasi Umum, Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Kerinci, Kepala Dinas Kesehatan, beserta Kadis-kadis, Kasi dan undangan lainnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci Badri Ahmad saat memberikan laporan pembukaan mengatakan tujuan dilaksanakan pertemuan ini untuk menginformasikan pengukuran data stunting hasil bulan penimbangan bulan Agustus sebagai dasar dalam penyusunan pendataan dan kebijakan oleh pengambilan keputusan, untuk intervensi stunting di Kabupaten Kerinci tahun 2022.

“Peserta yang mengikuti pertemuan ini berjumlah kurang lebih 100 orang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkungan Pemkab Kerinci, Lintas Program di Dinas Kesehatan, Lintas Sektor, Camat, Kepala Desa Lokus Stunting dan Kepala Pukesmas dan petugas Gizi serta Kader Pembangunan manusia di Desa Lokus Stunting,” tutup Sekdis.

Dalam Sambutannya, Wakil Bupati Kerinci H. Ami Taher mengatakan dalam beberapa tahun belakangan, Stunting menjadi perhatian besar pemerintah terutama karena hasil Riset Kesehatan dasar yang menunjukkan peningkatan prevalensi Stunting Nasional di Tahun 2020 tercepat sebesar 26.7%. Angka tersebut tetap masih tinggi jika mengacu pada standar yang ditetapkan oleh WHO,” ungkap Wabup Ami.

Lebuh lanjut, Wabup Ami juga menerangkan tingginya pemerintah, angka untuk Stunting Gencar Mendorong menangani Permasalahan ini, namun Pemerintah masih memiliki keterbatasan informasi sehingga perumusan kebijakan seringkali terkendala oleh keterbatasan informasi penetapan sasaran Program.

Perencanaan Pembangunan Nasional.
Adapun 8 Aksi tersebut terdiri dari :

Analisis situasi;
Rencana Kegiatan;
Rembuk Stunting;
Penerbitan perbup tentang peran desa;
Pembinaan kader pembangunan masyarakat;
Manajemen data Stunting;
Pengukuran dan Publikasi data Stunting;
Review kinerja.
Publikasi data Stunting ini diperoleh dari hasil pengukuran yang telah dilakukan petugas kesehatan bersama-sama dengan kader Posyandu dan kader pembangunan Manusia (KPM) serta Kader TPK (Tim Pendamping Keluarga) di seluruh Desa di Kabupaten Kerinci dan diinput melalui Aplikasi e-PPGBM (Elektronik pencatatan dan Pelaporan gizi berbasis Masyarakat). Kabupaten Kerinci dari tahun 2020 sampai dengan 2022 mendapat Apresiasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi yang telah melaksanakan Pengukuran pertumbuhan balita dan Menginput data EPPGBM.

BACA JUGA :  MTQ Ke-31 Resmi Ditutup, Kades Olak Kemang Ucapkan Terimakasih 

Terkait seperti sama-sama diketahui bahwa pada sejak tahun 2019-2022 Kabupaten Kerinci telah menetapkan dari 287 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kerinci 49 Desa Lokus pencegahan dan delapan aksi penurunan sebagai komitmen bersama dalam melakukan percepatan penurunan Stunting, maka Pemerintah Kabupaten Kerinci melaksanakan pencegahan percepatan Stunting dan terintegrasi sesuai dengan petunjuk teknis pedoman pelaksanaan Intervensi penurunan Stunting terintegrasi kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh kementerian perencanaan dan pembangunan nasional.

Wakil Bupati Kerinci H. Ami Taher mengatakan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2019-2024 menerangkan, pemerintah berupaya menurunkan prevalensi Stunting pada balita setinggi-tingginya 14 persen pada tahun 2024, hal ini berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SGI) tahun 2021 prevalensi Stunting balita nasional saat ini masih tinggi, yaitu 24,24 persen atau kronis (batas kronis 20 persen).

“Kabupaten Kerinci menetapkan 1 desa lokus (lokasi fokus) stunting tahun 2022 ini, dan dari 10 desa lokus stunting ini di mana ada 3 desa sudah zero stunting pada tahun 2022,” ungkapnya.

Diakhir sambutan, Wakil Bupati H. Ami Taher berharap kepada Dinas-Dinas terkait sebagai penanggung jawab layanan agar melakukan integrasi program Stunting di tahun 2022 sesuai dengan hasil Publikasi data Stunting sehingga diperolehnya peningkatan efektivitas penentuan target layanan dan pengalokasian sumber daya serta mengajak komponen masyarakat untuk berpartisipasi dan penurunan Stunting di Kabupaten Kerinci.

Ditambahkannya, salah satu dari delapan aksi penurunan stunting terintegrasi yang dilaksanakan Kabupaten Kerinci adalah aksi ke tujuh, yaitu pengukuran dan publikasi data stunting.

Publikasi data stunting adalah upaya Kabupaten Kerinci untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan dan desa.

“Hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama penurunan stunting,” tutup Wabup.

Acara dilanjutkan persentase kasus stunted per kecamatan tahun 2022 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci.(NAZARDIN)

Berita Terkait

DPRD Batang Hari Gelar Rapat Badan Kehormatan, Laksanakan Sidang Kode Etik Demi Tegakkan Kehormatan Lembaga
Warga Desa Sungai Buluh Unjuk Rasa di DPRD Batang Hari, Tuntut PT JDR Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
DPRD Batang Hari Sambut Kunjungan Kerja DPRD Kapuas, Pererat Kerja Sama dan Bertukar Pengalaman
Komisi I dan II DPRD Batang Hari Gelar RDP, Pendalaman Pembahasan LKPJ Tahun Anggaran 2025
DPRD Batang Hari Gelar Rapat Gabungan, Pastikan THR dan Gaji Perangkat Desa Cair Tepat Waktu
DPRD Batang Hari Gelar RDP Lintas Komisi, Bahas Skema dan Kepastian Gaji Perangkat Desa
DPRD Batang Hari Gelar Paripurna, Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025
DPRD Batang Hari Gelar RDP Lintas Sektor, Cari Solusi Sengketa Lahan Adat Dusun Sialang Pungguk
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:12

RATUSAN BURUH PT MSS MENGEPUNG PABRIK: BONGKAR INTERVENSI BUPATI & ANGGOTA DEWAN, IZIN PABRIK DIJADIKAN UTAK UTIK GANTI PIMPINAN SERIKAT!

Senin, 25 Mei 2026 - 08:09

Mobil Camat Muara Papalik Dikejar Anak Harimau, Warga Dihimbau Waspada! Diperkirakan Induknya Ada di sekitar

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:09

Waspada! Dua Pengendara Motor Diduga Coba Lakukan Aksi Jambret di Wilayah Tungkal Ulu

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:53

BUMDes Badang Sepakat Jual Elpiji di Atas HET, Pangkalan Atas Nama Anak Pengelola, Tak Transparan

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:44

DPRD Batang Hari Gelar Rapat Badan Kehormatan, Laksanakan Sidang Kode Etik Demi Tegakkan Kehormatan Lembaga

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:40

DPRD Batang Hari Sambut Kunjungan Kerja DPRD Kapuas, Pererat Kerja Sama dan Bertukar Pengalaman

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:38

Komisi I dan II DPRD Batang Hari Gelar RDP, Pendalaman Pembahasan LKPJ Tahun Anggaran 2025

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:35

DPRD Batang Hari Gelar Rapat Gabungan, Pastikan THR dan Gaji Perangkat Desa Cair Tepat Waktu

Berita Terbaru