TANJAB BARAT – Penanganan sampah tak lagi sekadar memindahkan ke tempat pembuangan akhir. Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Komisi XII DPR RI bertekad mengubah pola menjadi pengurangan dan pengolahan sejak dari sumbernya, demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan lestari.
Komitmen ini ditekankan dalam pembukaan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Penanganan Sampah, Kedaruratan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta Pengelolaan Limbah B3 di Balai Pertemuan Kantor Bupati, Selasa (28/7). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Anggota Komisi XII DPR RI Dr. H. Syarif Fasha, S.E., M.E., dan dihadiri langsung Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag.
Dalam arahannya, Syarif Fasha menegaskan tantangan sampah adalah tugas bersama. Pemerintah menargetkan pengurangan volume sampah minimal 30 persen dari sumber, sehingga peran masyarakat memilah sampah di rumah menjadi kunci utama. “Kami berharap kelahiran komunitas peduli lingkungan semakin banyak, menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi dan menggerakkan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan harapan agar status pengawasan pengelolaan sampah di Tanjab Barat segera beranjak menjadi status pembinaan tahun depan.
Bupati Anwar Sadat menyambut hangat dukungan pemerintah pusat dan DPR RI. Ia mengakui Tanjab Barat memiliki tantangan tersendiri: kondisi geografis rawa dan pasang surut, volume sampah harian mencapai 100 ton, serta keterbatasan armada dan anggaran. “Persoalan ini bukan hanya soal kebersihan, tapi menyangkut ekosistem sungai dan laut. Sampah plastik berisiko menjadi mikroplastik yang masuk ke ikan dan udang—sumber kehidupan masyarakat kita,” tegasnya.
Pemkab telah berupaya mengatasi hal ini, mulai dari pengadaan mesin pemilah sampah di TPA Lubuk Terentang, penjelajahan kerja sama pengolahan sampah bernilai ekonomi bersama koperasi dan kelompok tani, hingga pembersihan drainase rutin di malam hari agar tidak mengganggu aktivitas warga.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Hilman Hidayat mengajak seluruh elemen bergerak bersama. “Hanya sampah yang benar-benar tak terpakai yang harus ke TPA. Keberhasilan ini butuh gotong royong pemerintah, usaha, sekolah, komunitas, dan seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan KLH/BPLH RI, pimpinan OPD, camat, lurah, kades, pengelola TPA, pegiat lingkungan, hingga tim pengelola sampah berbasis masyarakat, sebagai langkah menyatukan visi menuju Tanjab Barat yang lebih bersih dan berkelanjutan.







