TANJAB BARAT — Kebakaran lahan yang terjadi tepat di bawah jaringan SUTM memicu pemadaman listrik secara darurat di sejumlah wilayah layanan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuala Tungkal, pada Minggu (23/8/2026).
Pemadaman dilakukan demi pengamanan jaringan dan mencegah risiko bahaya yang lebih besar akibat menjalarnya api di sekitar instalasi kelistrikan.
Kebakaran lahan terpantau di wilayah Rantau Badak, Kecamatan Muara Papalik, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada pukul 14.39 WIB di tengah suhu udara mencapai 36°C. Api yang membakar lahan di bawah jaringan tegangan tinggi menjadi penyebab utama dilakukannya pemutusan arus demi keselamatan.
Pemadaman menyasar wilayah sebagian Kelurahan Merlung, Kelurahan Rantau Badak, Desa Rantau Badak Lamo, Desa Dusun Mudo, Desa Lubuk Sebontan, PT CKT Km 73, Desa Kemang Manis SP 9, Desa Pematang Balam SP 9, Desa Bukit Indah SP 8, Desa Sungai Muluk SP 8, Trans Bandep, dan sekitarnya, pada penyulang MAHLIGAI. Estimasi pemulihan tegangan berlangsung sekitar 90 menit.
Kebakaran ini tidak hanya mengganggu pelayanan, tetapi juga merusak aset milik PLN. Kepala PLN Merlung, Agung, menyampaikan bahwa kabel JTR sepanjang sekitar 150 meter terbakar, dengan perkiraan kerugian mencapai sekitar Rp8 juta.
“Ada kabel JTR kami terbakar, kira-kira 150 meter, kurang lebih harganya 8 jutaan,” ungkap Agung.
Sementara itu, Kapolsek Merlung IPTU Hendro Gusfian membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan tim Damkar sedang melakukan pendinginan di lokasi. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,5 hektare, sementara penyebab kebakaran belum diketahui.
“Api saat ini lagi dalam pendinginan. Untuk penyebabnya belum diketahui. Luasnya kurang lebih 0,5 hektare,” ungkap Kapolsek Merlung.







