JALAN LINTAS DASAL-PEMATANG PAUH Prioritas! Rusak Parah, Warga Banyak Jadi Korban Jatuh

Avatar

- Redaksi

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babinsa: Swadaya Warga Percuma Kalau Drainase & Gorong-gorong Tak Diperbaiki

TANJAB BARAT – Kondisi jalan penghubung strategis Lintas Dasal – Pematang Pauh, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, kini memprihatinkan dan masuk dalam kategori darurat.

Jalan yang menjadi urat nadi pergerakan warga dan perekonomian desa ini rusak parah, berlubang, dan langsung tergenang air banjir setiap kali hujan turun. Kondisi ini sudah memakan banyak korban jatuh dan celaka, memaksa masyarakat berharap besar perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten segera turun tangan sebelum kerusakan makin tak terperbaiki.

Keprihatinan ini disampaikan langsung oleh Serka AP Siregar, Danpos Ramil Tungkal Ulu sekaligus Babinsa Kelurahan Pelabuhan Dagang, usai meninjau lokasi dan mendengar keluhan warga yang makin hari makin mencemaskan.

“Kondisi jalan ini sangat memerlukan perhatian serius Pemerintah Kabupaten. Kami dan seluruh masyarakat sangat berharap ada solusi nyata secepatnya, sebelum kerusakan bertambah parah dan menimbulkan korban yang lebih banyak lagi,” tegas Serka AP Siregar, penuh keprihatinan, Kamis (14/05/2026).

BACA JUGA :  Bupati Anwar Sadat Resmi Buka Festival Takbiran Idul Adha 2025 di Kuala Tungkal

Menurut keterangannya, bahaya sudah mengintai setiap saat. Karena jalan rusak dan langsung terendam air saat hujan, lubang-lubang besar tak terlihat, sehingga pengendara roda dua maupun roda empat tak bisa menghindar. Sudah banyak warga yang menjadi korban jatuh, luka-luka, hingga kerusakan kendaraan akibat terperosok ke lubang yang tertutup genangan air tersebut.

Melihat kondisi yang makin mencekam, masyarakat sebenarnya sudah bergerak dan berinisiatif melakukan penanganan awal secara swadaya. Warga bergotong royong membawa material dan menimbun bagian jalan yang amblas dan rusak, demi sedikit memperlancar akses. Namun, upaya mulia warga ini dinilai akan sia-sia belaka jika hanya berhenti di penimbunan jalan saja.

“Langkah swadaya warga menimbun jalan memang sudah kami lakukan demi kebersamaan. Tapi saya tegaskan, usaha ini akan percuma dan buang-buang biaya serta tenaga saja, kalau tidak dibarengi dengan perbaikan saluran air atau drainase,” ungkap Serka AP Siregar menyoroti akar masalah sebenarnya.

BACA JUGA :  PT Citra Mulia Manunggal Salurkan Bantuan Stunting Kepada Masyarakat

Ia menjelaskan, penyebab utama jalan cepat rusak dan selalu banjir adalah sistem pembuangan air yang sudah mati. Parit-parit di sisi jalan kini mengalami penyempitan parah bahkan tertutup tanah, sedangkan gorong-gorong utamanya sudah tersumbat total dan buntu. Akibatnya, air hujan tidak mengalir ke mana-mana, malah menggenang di badan jalan, meresap ke aspal, dan menghancurkan struktur jalan perlahan tapi pasti.

“Parit sudah menyempit, gorong-gorong buntu total. Air tidak ada jalan keluarnya, akhirnya malah merusak jalan. Kalau salurannya tidak dibersihkan, tidak diperlebar, dan gorong-gorong tidak diganti atau diperbaiki, jalan yang baru ditimbun pun besok-besok akan hancur kembali sama seperti semula. Uang dan tenaga warga hanya habis percuma,” tegasnya.

BACA JUGA :  Pemerintah Desa Sungai Puar Salurkan BLT

Serka AP Siregar menambahkan, pihaknya selaku Babinsa selalu ada di tengah masyarakat dan mendukung segala upaya kesejahteraan serta keamanan warga. Namun, perbaikan menyeluruh dan permanen di jalan strategis ini sudah di luar kemampuan warga maupun aparat setempat, dan harus menjadi tanggung jawab penuh pemerintah kabupaten.

Warga pun kini menunggu kepastian. Jalan Dasal – Pematang Pauh bukan sekadar jalan desa biasa, tapi jalur utama yang menghubungkan antar wilayah. Jika dibiarkan, kerugian materi dan bahaya bagi nyawa warga akan terus bertambah.

Pertanyaannya kini: Kapan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan turun? Warga sudah menunggu lama, korban sudah banyak berjatuhan, dan swadaya warga sudah terbukti tak cukup menahan kerusakan yang makin parah ini. Solusi menyeluruh perbaikan jalan dan drainase adalah satu-satunya jawaban yang diharapkan rakyat.

Berita Terkait

Data BMKG Tunjuk Puluhan Hotspot di Batang Asam & Renah Mendaluh, Satgah Karhutla Diminta Jelaskan Sumber – Asap Ancam Nyawa
Ketua Gersuma Kota Jambi Salurkan Bantuan Korban Kebakaran
Silaturahmi Wartawan Jambi di Pasar Atas Bungo, Pererat Sinergi dan Komunikasi
Bupati Anwar Sadat Tutup OPD Cup II 2026, Setda-Diskan FC Juara!
Wabub Katamso Buka Lontar Fair 2026: Sinergi PT LPPPI & Pemkab Dorong Ekonomi Daerah
Wabup Katamso Buka Pelti Cup 2026: Tingkatkan Prestasi, Junjung Tinggi Sportivitas
Wakil Bupati Tanjab Barat Buka Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi: Integritas Wajib Menjadi Budaya Kerja
Resmikan Lubuk Larangan, Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:37

Hadir di Bungo, Wabup Bakhtiar Lihat Potensi Wisata

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:24

Pemkab Batanghari Komitmen Perlindungan Hukum Kepada Tenaga Pendidik

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:53

Pemkab Batanghari Komitmen Cegah dan Percepatan Penurunan Stunting

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:24

Malam Penuh Kekhusyukan: Bupati Fadhil Arief Hadiri Renungan Suci di TMP Sridadi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:13

Khidmat di Bawah Terik Matahari, Pemkab Batanghari Sukses Gelar Upacara Pengibaran Bendera HUT RI ke-81

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:02

Sikapi Geng Motor, Pemkab Batanghari Gelar Rakor

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:05

Gubernur Al Haris: Museum Sriwijaya Dharmakirti Rekam Jejak Peradaban Masa Lalu Provinsi Jambi Secara Utuh

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:00

Gubernur Al Haris Dampingi Menteri Kebudayaan RI Beri Kuliah Umum di UNJA

Berita Terbaru

Advertorial

Hadir di Bungo, Wabup Bakhtiar Lihat Potensi Wisata

Senin, 31 Agu 2026 - 18:37