Jambi – Tindak kekerasan terhadap jurnalis kembali mencoreng wajah Provinsi Jambi.
Kali ini, seorang wartawati bernama Tantri Mandayani (37), yang juga merupakan Kepala Biro Media Online Buser Expose, menjadi korban penganiayaan oleh oknum penjaga gudang BBM ilegal di kawasan Lingkar Barat, Kota Jambi. Gudang tersebut diduga kuat milik seorang bernama Sibarani.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (20/12/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Tantri, bersama rekannya Ruli, tengah menjalankan tugas kontrol sosial dan investigasi terkait dugaan aktivitas ilegal di sebuah gudang BBM di Lingkar Barat, Mayang Mengurai.
Saat melakukan peliputan, mereka mendapati sejumlah mobil tangki berwarna putih biru sedang melakukan bongkar muat.
Ketika Tantri berusaha merekam aktivitas tersebut, seorang pelaku yang diduga penjaga gudang merampas telepon genggamnya. Setelah menghapus video rekaman, pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap Tantri.
Akibatnya, Tantri mengalami luka serius, termasuk bibir pecah, lebam di dada, serta sakit pada tenggorokan akibat dicekik pelaku. Usai kejadian, Tantri langsung melakukan visum dan melaporkan kasus ini ke Polresta Jambi pada hari yang sama, sekitar pukul 15.09 WIB.
Laporan tersebut mencakup tindak pidana penganiayaan yang melanggar Pasal 351 Ayat 1 atau Pasal 352 KUHP.
Ketua Fast Respon Indonesia Center Provinsi Jambi, Dody, mengecam keras tindakan premanisme ini dan mendesak aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan serius.
“Tidak boleh ada premanisme di Provinsi Jambi, apalagi dilakukan oleh mafia BBM. Penganiayaan terhadap seorang perempuan adalah perbuatan keji. Pelaku harus ditangkap, diproses hukum, dan tidak ada toleransi!” tegas Dody.
Dody juga mengingatkan bahwa jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang, termasuk Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, UUD 1945 Pasal 28F, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE.
Selain penangkapan pelaku, Dody juga meminta Polda Jambi untuk berkomitmen memberantas premanisme dan segera melakukan razia terhadap seluruh gudang penimbunan BBM ilegal yang disinyalir banyak mempekerjakan preman.
“Jika Polda Jambi ingin kota ini aman, berantas premanisme! Tertibkan dan razia seluruh gudang ilegal,” pungkasnya.







