Tidak Ada Satupun DPRD Batanghari Menghadiri Musrenbang Kecamatan Marosebo Ulu Musrenbang RKPD Kabupaten Batanghari di Marosebo Ulu, 133 Usulan di Ajukan 3 Tahun Kepimpinan Fadhil-Bakhtiar, Batanghari Berkembang Pesat Berikut Nama-nama Caleg yang Menduduki Kursi DPRD Batanghari Dapil 4 Gencarkan Hidup Sehat, Mahasiswa KKN STIKES HI Jambi Ajak Masyarakat Sungai Puar Senam

Home / Berita

Kamis, 27 Oktober 2022 - 07:32 WIB

Potensi Selat Ternyata Dapat Menunjang Perekonomian Indonesia

Oleh : Putri Amanda Mahasiswi Ilmu Politik Universitas Jambi

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, indonesia juga merupakan negara poros maritim dunia.
Sebuah fakta yang tidak terbantahkan bahwa Bangsa Indonesia memiliki kekayaan laut yang luar biasa.

Secara fisik, Indonesia dengan julukan ny sebagai negara maritim terbesar di dunia, dengan Potensi sumberdaya pesisir dan lautan Indonesia tersebut dapat menjadi penghela utama (prime mover) perekonomian bangsa, mulai dari sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable) sampai yang tidak dapat diperbaharui (non renewable).

BACA JUGA  Potensi Kelapa Sawit Dalam Menunjang Sektor Perekonomian Tanjung Jabung Barat

Menurut catatan Damanhuri (2000), sepanjang tahun tersebut sektor perikanan mencatat perkembangan nilai ekspor sekitar US$ 2,5 milyar atau sekitar Rp. 22,5 triltyun.
Kenyataan tersebut membuktikan bahwa sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu dari sekian potensi wilayah pesisir dan lautan memiliki dasar yang kuat dan mampu memiliki menjadi penghela utama (prime mover) perekonomian nasional, karena ditunjang oleh kekuatan yang bersumber dari potensi sumberdaya alam yang sangat besar.

BACA JUGA  Open Turnamen Badminton PB Abiya Jaya Dibuka Langsung Oleh Camat Marosebo Ulu

Sementara ekonomi kelautan merupakan keunggulan komparatif yang dapat ditransformasi menjadi keunggulan kompetitif dan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. Karena itu, sangat tepat dan benar bila Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla memprioritaskan pembangunan ekonomi kelautan untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia (PMD).

Untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi kelautan secara lebih produktif, efisien, inklusif, dan ramah lingkungan, selain Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sudah ada sejak awal pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid (September 1999) dan dibesarkan Presiden Megawati Soekarnoputri melalui program Gerbang Mina Bahari (Gerakan Nasional Pembangunan Kelautan), Presiden Jokowi juga membentuk Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

BACA JUGA  Diterjang Hujan Angin, Rumah dan Kendaraan Warga Buluh Kasab Rusak Parah

Ada juga beberapa kebijakan dan program yg telah dilakukan oleh pemerintah yang bersifat jangka panjang. Karena itu, kita mesti mengembangkan program dan kebijakan pembangunan ekonomi kelautan tersebut, yang hasilnya dapat kita rasakan dalam satu atau paling lambat lima tahun mendatang (quick wins). (*)

Share :

Baca Juga

Batanghari

Sinergitas Bersama RT se-Kecamatan Pemayung, Bupati Fadhil Arief Dengarkan Aspirasi Ketua RT

Berita

Dampak Perang Rusia dan Ukraina Terhadap Pertahanan di Indonesia

Berita

Baru Dibangun, Drainase Desa Tebing Tinggi Sudah Retak

Berita

DPD LAI BPAN Jambi Surati Balai Pengairan Sumatra 6 dan DPRD Provinsi Jambi

Berita

Sebanyak 10 Bintara Dilakukan Pemasangan Baret Oleh Ditpolairud Polda Jambi

Berita

Lakukan Pengawasan, Kesbangpol Jambi Tinjau Orang Asing (OA) di Kabupaten

Berita

Wabub Tanjab Barat Hadiri Peringatan Isra Mikraj Di Ponpes Nurul Huda

Berita

Pelaku Penembakan Warga Sengkati Baru Berhasil Diciduk, Ini Motifnya