TANJAB BARAT – Program Bantuan Pangan Nasional (BPN) atau yang kerap disebut Bansos yang bersumber dari Dinas Sosial Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, di Desa Intan Jaya, Kecamatan Muara Papalik, menimbulkan kicauan kekecewaan dan keluhan tajam dari masyarakat. Pada Senin kemarin (18/5/2026)
Di kantor Desa Intan Jaya, bahwa penyaluran bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi warga kurang mampu ini ternyata diduga tidak tepat sasaran.
Alih-alih diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, bantuan berupa beras dan minyak goreng itu justru dinikmati oleh pihak yang secara ekonomi dianggap mampu. Seorang warga lanjut usia yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kenyataan pahit ini kepada wartawan.
“Saya melihat sendiri, ada penerima BPN atau Bansos itu ternyata orang yang punya kebun sawit luas. Sudah jelas mereka itu mampu, kok masih dapat jatah bantuan pemerintah? Ini kan tidak wajar dan tidak adil,” ungkap warga tersebut dengan nada kecewa.
Menurutnya, bantuan sosial adalah hak warga yang benar-benar kesulitan memenuhi kebutuhan pangan. Sangat tidak pantas jika pengusaha atau orang yang memiliki aset ekonomi besar malah memakan hak orang yang jauh lebih membutuhkan.
Terkait temuan yang meresahkan ini, pihak kantor desa memberikan jawaban yang seolah melempar tanggung jawab. Salah satu staf desa berkilah bahwa mereka hanya pelaksana yang mengikuti aturan yang ada.
“Penyaluran itu sudah sesuai dengan data hasil sensus dari Dinas Sosial Kabupaten. Kami di desa hanya menjalankan apa yang sudah tertulis dan tercantum dalam daftar itu saja,” ujar staf desa tersebut beralasan.
Ketimpangan data yang mencolok ini membuat masyarakat geram. Warga pun bersatu meminta Dinas Sosial Tanjab Barat untuk segera turun tangan melakukan verifikasi dan validasi ulang secara menyeluruh terhadap seluruh data penerima manfaat. Warga menekankan, jangan sampai program bantuan sosial ini justru dinikmati oleh orang yang sudah berkecukupan.
“Jangan sampai pengusaha dan orang mampu dibantu bahan pangan, sementara warga tua, janda, atau yang tidak punya penghasilan malah terabaikan. Kami minta data diperbaiki sekarang juga,” tegas salah satu warga.
Sementara itu, upaya media ini untuk meminta keterangan dan konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Intan Jaya, W. Gasila, menemui jalan buntu. Sejak pagi saat jam kerja berlangsung, Kepala Desa tidak terlihat berada di kantor.
Tanggapan kepala desa akan disajikan pada edisi berikutnya.
Pewarta : JANGCIK







