BATANGHARI – Pemerintah Kabupaten Batang Hari di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fadhil Arief terus melakukan langkah masif dalam memperkuat sektor perkebunan sebagai motor utama perekonomian daerah, Selasa (29/09/2026).
Dengan luas lahan produktif yang mencapai ratusan ribu hektar, Pemkab Batang Hari kini fokus pada transisi perkebunan berkelanjutan dan modernisasi sektor agraria melalui keterlibatan generasi muda.
Komitmen besar ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan Perkebunan (Rakortekbangbun) Tahun 2026.
Melalui forum strategis tersebut, Pemkab Batang Hari mempercepat tiga program prioritas: peremajaan tanaman (replating), intensifikasi lahan, serta peluncuran program Petani Milenial.
Program Petani Milenial ini dirancang khusus untuk mendorong generasi muda agar mau dan mampu mengelola sektor pertanian serta perkebunan secara profesional dengan memanfaatkan teknologi modern dan digitalisasi (smart farming).
Selain mendorong modernisasi di tingkat hilir, Bupati Fadhil Arief juga memberikan ketegasan kepada perusahaan-perusahaan perkebunan besar yang beroperasi di wilayah Batang Hari.
Ia meminta korporasi untuk memperkuat dan memperluas kemitraan plasma dengan pekebun rakyat secara adil dan transparan.
“Kita harus mengubah paradigma lama. Hubungan kemitraan plasma dengan masyarakat sekitar bukan lagi sebuah beban sosial atau sekadar pemenuhan kewajiban regulasi bagi perusahaan. Plasma adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan stabilitas dan kesejahteraan bersama. Jika ekonomi masyarakat sekitarnya kuat, operasional perusahaan pun akan berjalan dengan aman dan berkelanjutan,” tegas Bupati Fadhil Arief.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah siap mengawal program kemitraan ini agar berjalan sehat dan saling menguntungkan.
“Melalui Petani Milenial, kita siapkan SDM muda yang melek teknologi agar produktivitas lahan plasma meningkat drastis. Perusahaan menyediakan pasarnya, teknologi kita adopsi bersama,” imbuhnya.
Memasuki tahun 2026, kepemimpinan pasangan Fadhil-Bakhtiar dinilai sukses meletakkan fondasi kokoh bagi perekonomian hilir berbasis agraria di Kabupaten Batang Hari.
Indikator keberhasilan ini terlihat nyata dari stabilitas ketahanan pangan daerah yang terjaga, peningkatan signifikan pada Nilai Tukar Petani (NTP), serta perluasan pemanfaatan lahan produktif secara masif dan terukur.
Melalui integrasi antara peremajaan lahan, pelibatan pemuda, dan kemitraan korporasi, Kabupaten Batang Hari kini bersiap menjadi pusat agrobisnis modern yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Provinsi Jambi.







