Poksi III Fraksi PDI Perjuangan Serius Mendukung Pemanfaatan Ganja Medis.

Avatar

- Redaksi

Kamis, 18 Mei 2023 - 12:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inspirasijambi.com – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Komisi III, Poksi III Fraksi PDI Perjuangan telah mengadakan pertemuan dengan Yayasan Sativa Nusantara (YSN) dan Perkumpulan Lingkar Ganja Nusantara. Pada Rabu, 17 Mei 2023.

Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan penggunaan ganja medis di Negara Republik Indonesia dan mencari solusi yang tepat dalam mengatur dan mengawasi pemanfaatan ganja medis.

Rapat ini dihadiri oleh anggota DPR RI dari Poksi III Fraksi PDI Perjuangan, yaitu Ihsan Soelistio, Drs. M. Nurdin, M.M., I Wayan Sudiarta, Safaruddin, Johan Budi Sapto Pribowo; dan Dhira Narayana, Singgih Tomi Gumilang, mewakili Yayasan Sativa Nusantara, serta Riyadh Fakhruddin, mewakili Perkumpulan Lingkar Ganja Nusantara.

Dalam pertemuan tersebut, beberapa kesimpulan penting telah dihasilkan :

1. Poksi III Fraksi PDI Perjuangan secara serius mendukung pemanfaatan ganja medis;

2. PANJA UU Narkotika, termasuk seluruh anggota Poksi III Fraksi PDI Perjuangan, sebagian besar setuju dan dapat menerima konsep ganja medis;

3. Meskipun BNN tetap tidak setuju dengan konsep ganja medis, Poksi III Fraksi PDI Perjuangan tetap berkomitmen untuk mempertimbangkan opini dan perspektif berbeda dalam diskusi ini

4. Poksi III Fraksi PDI Perjuangan meminta data yang komprehensif berupa hasil riset laboratorium terkini mengenai ganja medis, termasuk zat-zat yang terkandung dalam ganja dan kegunaannya untuk pengobatan. Permintaan ini didasarkan pada pengetahuan dan teknologi yang diterapkan oleh Negara-negara yang telah mengatur penggunaan ganja medis untuk kebutuhan kesehatan

BACA JUGA  Indahnya Berbagi !! Kapolsek Tungkal Ulu, Gelar Pembagian Takjil Kepada Masyarakat.

5. YSN dan LGN diminta untuk membantu memberikan masukan terkait pengaturan produksi, penanaman, panen, serta distribusi ganja medis. YSN dan LGN juga diminta untuk membantu merumuskan bagaimana pengawasan yang efektif oleh BNN atau POLRI, serta menetapkan batas minimal kepemilikan ganja yang tidak akan dipidana dan cara mencegah penyalahgunaan serta ketergantungan.

Permintaan ini juga didasarkan pada pengetahuan dan teknologi yang diterapkan oleh Negara-negara yang telah mengatur penggunaan ganja untuk kebutuhan kesehatan.

6. YSN dan LGN diharapkan untuk mendukung pendapat mereka dengan data dan informasi yang dapat mendukung argumen Poksi III Fraksi PDI Perjuangan tentang pentingnya legalisasi ganja medis hanya untuk keperluan medis.

7. Tanaman ganja mudah tumbuh di Aceh dan telah diubah dari tanaman lain, namun perlu diatur dengan baik untuk persamaan panen.

8. Pelajaran yang diambil dari legalisasi ganja medis di Thailand menunjukkan bahwa keputusan politis bukanlah konsep yang mendasari legalisasi tersebut. Oleh karena itu, peraturan dan undang-undang yang memadai harus diperhatikan sebelum memutuskan legalisasi ganja medis di Indonesia;

BACA JUGA  PT. VAT Gelar Lomba Meriahkan HUT-RI Ke-77

9. Poksi III Fraksi PDI Perjuangan meminta YSN dan LGN untuk memberikan masukan yang komprehensif, baik positif maupun negatif, tentang usulan-usulan mereka. Data dan aturan yang memadai harus disajikan untuk mempertahankan keputusan Poksi III Fraksi PDI Perjuangan yang mendukung ganja medis. Keamanan dalam penggunaan ganja medis harus dijamin melalui peraturan yang memadai. Pengalaman Thailand menunjukkan adanya celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab jika peraturan belum cukup

10. Ada keprihatinan terkait ketersediaan bahan baku ganja medis di Indonesia. Dalam upaya memanfaatkan potensi tanaman ganja yang dapat tumbuh subur, diperlukan upaya untuk menghentikan pembakaran tanaman ganja yang ditemukan di lapangan.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa penyalahgunaan ganja telah terjadi, dan untuk itu diperlukan pengaturan yang memastikan tanaman ganja yang digunakan untuk kepentingan medis dapat diperoleh dengan baik.

11. Poksi III Fraksi PDI Perjuangan mengakui niat baik YSN dan LGN, namun penting untuk memperhatikan persepsi publik terhadap niat tersebut agar tidak diragukan kepentingannya.

BACA JUGA  Wakil Ketua DPRD Tanjabbar Dinilai tidak Berperasaan, Tinggalkan Korban Demi Kejar Pesawat.

12. Pembahasan RUU Narkotika ditunda karena adanya ide dari Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM untuk menggabungkan RUU Narkotika dengan UU Psikotropika.

13. YSN dan LGN diharapkan untuk menyampaikan pendapat mereka dengan memperhatikan data, aturan, dan dasar hukum yang kuat agar pendapat mereka tidak dapat dibantah. Pola komunikasi seperti ini telah terbukti efektif dalam pembahasan KUHP.

Jika YSN dan LGN memiliki pendapat, maka orang lain juga memiliki pendapat yang berbeda. Oleh karena itu, solusi yang tepat hanya dapat dicapai melalui diskusi dan komunikasi yang baik antara semua pihak yang terkait.

Dalam pertemuan ini, Poksi III Fraksi PDI Perjuangan menyadari pentingnya pengaturan yang komprehensif dan didasarkan pada pengetahuan serta teknologi terkini.

Mereka berkomitmen untuk mempertimbangkan perspektif yang beragam dalam merumuskan kebijakan terkait penggunaan ganja medis di Indonesia demi kesejahteraan dan kepentingan masyarakat. (Eko Budi Prabowo, SH.)

Sumber :
Media Kontak:
Nama: Singgih Tomi Gumilang, S.H., M.H.
Jabatan: Sekretaris Yayasan Sativa Nusantara

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Diduga di Bunuh, Mayat Wanita Ditemukan Terkubur di Padang Kelapo
Diduga Security Hina Wartawan, Kini Tidak di Pekerjakan Lagi di PT. Palma Abadi
Diduga Mobil Gren Max Pelangsir Minyak Di SPBU Merlung Terbakar
Warga Inhil Nahrowi Sebut Pihak Kontraktor PT Duta Rama Pembangunan SMA Negeri 1 Tanah Merah Rugikan Dirinya Ratusan Juta Rupiah
Limbah Kelapa Sawit PT Fortius Cemari Sungai Tantang, Nasib Sawah Di Trans Suban Terancam
Usir Wartawan, PJs Kades Merlung Diganjar Sanksi Etik
Guru Honorer Bersama Anaknya Menjadi Korban Begal Di Jalan Pelayang Dusun Peninjauan, Pelaku Belum Terungkap
Penyidik Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat Bidik Mafia Pupuk Subsidi Di Batang Asam
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 11:00

Diduga di Bunuh, Mayat Wanita Ditemukan Terkubur di Padang Kelapo

Minggu, 14 Juli 2024 - 20:59

Update Informasi Listrik, Besok Senin Pemeliharaan Jaringan

Kamis, 11 Juli 2024 - 14:00

DPRD Gelar Paripurna Penyampaian Bupati Nota Pengantar Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD TA 2024

Kamis, 11 Juli 2024 - 13:51

Bersama Ketua DPRD, Bupati Tanjabbar Hadiri Penyerahan LHP LKPP 2023

Kamis, 11 Juli 2024 - 13:32

Bupati Dorong Dekranasda Tingkatkan Promosi Ekonomi Kreatif di Tanjabbar

Kamis, 11 Juli 2024 - 13:22

Panen Padi di Desa Tanjung Senjulang, Bupati Komitmen Majukan Petani

Kamis, 11 Juli 2024 - 10:46

Buah Transformasi, PLN Raih Kinerja Terbaik Pada Tahun 2023

Senin, 8 Juli 2024 - 11:36

Tim U-15 Marosebo Ulu Berhasil Meraih Juara 1 Piala Askab PSSI Batanghari

Berita Terbaru